Kemenkeu: Aset Negara di Jakarta Senilai Rp1.400 Triliun

Jumat, 14 Februari 2020 17:22 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kemenkeu: Aset Negara di Jakarta Senilai Rp1.400 Triliun Direktur Barang Milik Negara Kementerian Keuangan Encep Sudarwan. ©2020 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Barang Milik Negara Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan, mengatakan pemerintah sudah memikirkan bagaimana nasib aset negara di Jakarta setelah tak lagi menjadi ibu kota Indonesia. Nasib gedung-gedung kementerian di Jakarta akan tetap dimanfaatkan sebagai nilai tambah bagi pemerintah.

Nantinya, gedung tersebut akan disewakan kepada pihak investor dan juga swasta. Adapun seluruh aset barang milik negara atau BMN yang ada di Jakarta sendiri secara total mencapai sebesar Rp1.400 triliun.

"Kita memanfaatkan, mempertahankan aset yang ada di Jakarta. Apa itu masih dipakai atau kita kerjasama dengan swasta sehingga kita ada penerimaan. Kita manfaatkan konsesi 30 tahun," jelas Encep saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (14/2).

Pemerintah juga telah memiliki rencana pembangunan untuk Jakarta. Beberapa ide masukan sudah ditampung termasuk menyulap kawasan Jakarta sebagai pusat branding wisata internasional.

"Ada ide misalnya Jakarta nanti ada internasional brand soal wisata," kata dia.

1 dari 1 halaman

Jakarta Bakal Miliki Disneyland dan Universal Studio

Pemerintah ingin Jakarta tetap berdiri sebagai pusat kawasan yang ramai. Bahkan, beberapa kawasan seperti di Jakarta Timur dicanangkan akan didirikan seperti taman hiburan yang ada di California yakni Disneyland, dan Universal Studio berada di Singapura.

"Di Jakarta Timur atau di mana ada kawasan wisata itu. Kita sedang mengumpulkan ide-ide itu ada banyak banget," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebut bahwa pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur tidak akan mengubah nasib Jakarta. Sebab Jakarta sendiri akan menjadi Daerah Khusus Industri.

"Ke depan mungkin Jakarta tetap seperti ini cuma bukan Daerah Khusus Ibukota tetapi mungkin Daerah Khusus Industri," ujarnya di ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta.

[bim]

Baca juga:
Ibu Kota Pindah, Investor Asing Mulai Lirik Gedung Pemerintah di Jakarta
Singapura Hingga Amerika Serikat Minat Investasi di Ibu Kota Baru
Tampilan Ibu Kota Baru Bakal Mengacu Manhattan
Bappenas: Hutan Konservasi Bukit Soeharto Masuk Ibu Kota Baru
Akademisi Usul Ibu Kota Baru Dibangun di Lahan Bekas Tambang
Bappenas: Pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Baru Masuk Tahap Finalisasi
Jokowi Pelajari Tata Kelola Canberra untuk Bangun Ibu Kota Baru RI

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini