Kemenhub Kaji Revitalisasi Terminal Alam Barajo Jambi, Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru
Kementerian Perhubungan tengah mengkaji rencana revitalisasi Terminal Alam Barajo di Kota Jambi. Proyek ini bertujuan menjadikan terminal lebih modern dan berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara serius mengkaji rencana revitalisasi Terminal Alam Barajo, Kota Jambi. Langkah strategis ini diambil untuk mengembangkan terminal menjadi fasilitas yang lebih modern, sekaligus menjaga ekosistem arus transportasi darat yang vital di wilayah tersebut. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang dan efisiensi operasional terminal.
Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Toni Tauladan, mengapresiasi kondisi bangunan Terminal Alam Barajo yang masih asli dan layak sejak pengalihan aset dari pemerintah daerah ke pusat. Ia menyampaikan bahwa sejak diambil alih pemerintah pusat melalui skema P3D (personil, peralatan, pembiayaan, dan dokumen), terminal ini belum mengalami perubahan signifikan, namun kini membutuhkan pengembangan fasilitas modern.
Pengkajian ini juga didorong oleh usulan dari Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, mengingat Terminal Alam Barajo memiliki lahan yang cukup luas. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Jambi yang kembali menghibahkan tanah untuk perluasan terminal tipe A ini. Proses pembebasan lahan seluas 8.000 meter persegi sedang berjalan untuk menunjang rencana pengembangan tersebut.
Transformasi Menuju Terminal Modern
Terminal Alam Barajo, meskipun masih berfungsi dengan baik, memerlukan sentuhan modernisasi dari sisi fasilitas dan kenyamanan untuk melayani masyarakat Jambi dengan lebih optimal. Toni Tauladan menegaskan bahwa terminal ini masuk dalam daftar 115 terminal yang sedang dalam tahap uji coba, menunjukkan komitmen Kemenhub untuk peningkatan kualitas layanan transportasi darat secara nasional.
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki Rancangan Bangun Rinci (DED) untuk revitalisasi ini. Ia berharap upaya yang telah dilakukan mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Kemenhub, mengingat dari 124 terminal tipe A di seluruh Indonesia, Terminal Alam Barajo belum tersentuh program revitalisasi besar.
Benny Nurdin Yusuf berharap Terminal Alam Barajo dapat didorong menjadi terminal modern yang membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp24 miliar hingga Rp28 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas agar sesuai dengan standar terminal modern, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi pengguna jasa transportasi.
Potensi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Dengan luas lahan saat ini mencapai 4,4 hektare, dan tambahan hibah tanah hampir satu hektar dari Pemerintah Kota Jambi, potensi Terminal Alam Barajo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sangat besar. Jika revitalisasi ini terwujud, kawasan terminal tidak hanya akan menjadi titik transit penumpang, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang dapat menggerakkan perekonomian lokal.
Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memberikan tambahan lahan menunjukkan dukungan penuh terhadap visi menjadikan Terminal Alam Barajo sebagai ikon baru. "Komitmen pemerintah kota sudah terlihat dengan memberikan tambahan lahan hampir satu hektar, saya yakin terminal Alam Barajo akan jadi pusat ekonomi baru sesuai harapan wali kota," ujar Benny Nurdin Yusuf, optimis.
Pengembangan ini tidak hanya akan meningkatkan citra Kota Jambi sebagai kota yang memiliki fasilitas transportasi modern, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. Dengan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan akan menarik lebih banyak penumpang dan aktivitas komersial, menjadikan Terminal Alam Barajo sebagai simpul vital bagi mobilitas dan ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews