Kemendag Genjot Potensi Pasar Pengemasan Minyak Goreng Indonesia di Timur Tengah dan Afrika

Hal ini disampaikan Atdag Kairo M. Syahran Bhakti S saat mengunjungi perusahaan ekspor dan impor El Tawheed di Fayoum

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Kemendag Genjot Potensi Pasar Pengemasan Minyak Goreng Indonesia di Timur Tengah dan Afrika
Kemendag Genjot Potensi Pasar Pengemasan Minyak Goreng Indonesia di Timur Tengah dan Afrika (Merdeka.com)

Hal ini disampaikan Atdag Kairo M. Syahran Bhakti S saat mengunjungi perusahaan ekspor dan impor El Tawheed di Fayoum

Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) Kairo terus berupaya menggenjot potensi pasar pengemasan minyak goreng Indonesia di Timur Tengah dan Afrika.

Hal ini disampaikan Atdag Kairo M. Syahran Bhakti S saat mengunjungi perusahaan ekspor dan impor El Tawheed di Fayoum, Mesir, Rabu (3/1) bersama delegasi Kedutaan Besar RI (KBRI) Kairo.


“Kunjungan lapangan (field visit) ke perusahaanekspor dan impor El Tawheedmerupakan bentukkomitmen pemerintah untuk menggenjot potensi pasar pengemasan minyak goreng Indonesia." 

"Kunjungan lapangan tersebut menghasilkan tawaran kerja sama di bidang industri pengemasan minyak goreng Indonesia. Industri pengemasan minyak goreng Indonesia memiliki peluang yang besaruntuk dipasarkan di pasar regional Timur Tengahdan Afrika,” ungkap Syahran.

Delegasi KBRI Kairo diterima Direktur Utama ElTawheed Khaled Khouly beserta jajaran direksi. Khaled menyampaikan, potensi impor perusahaan El Tawheed dari Indonesia mencapai USD 6 juta pada 2024 untuk produk minyak sawit dan turunannya, tuna kaleng, dan sarden kaleng.

Khaled juga menyatakan apresiasinya atas fasilitasi KBRI Kairo selama ini.


Dalam pertemuan terpisah, delegasi KBRI Kairo yang dipimpin Wakil Kepala Perwakilan RI/Deputy Chief of Mission(DCM) M. Zaim A. Nasution didampingi M. Syahran Bhakti S, Koordinator Fungsi Ekonomi, dan Sekretaris 2 Fungsi Ekonomi memenuhi undangan pertemuan dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Fayoum Magdi Taha Jaballah.

Kedua belah pihak membahas peluang peningkatan investasi dan bisnis bilateral Indonesia-Mesir. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“KADIN Fayoum menyambut hangat kehadiran delegasi KBRI Kairo. Pertemuan ini diharapkan akan menghasilkan banyak rekomendasi untuk kepentingan peningkatan ekonomi dan perdagangan Indonesia—Mesir,” ujar Magdi.

Magdi mengemukakan peluang investasi di bidang pariwisata di kawasan wisata Danau Qarun Fayoum. Magdi juga mengutarakan, peluang ekspor-impor produk Mesir dan Indonesia melalui skema imbal dagang antara produk potensial kedua negara.

KADIN Fayoum menawarkan temu bisnis dan pameran produk Indonesia skala menengah di Mesir dan juga meminta informasi pameran produk di Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar eksportir Mesir dapat memasarkan produknya di Indonesia.


Selanjutnya, Magdi mengusulkan adanya penandatanganannota kesepahaman (MoU) antara KADIN Fayoum dengan KADIN di Indonesia.

KBRI Kairo menyambut baik usulan tersebut karena dapatmembuka kesempatan perluasan pasar produk kedua negara.

Kementerian Perdagangan mencatat, kerja sama perdagangan Indonesia—Mesir dalam satu dekade terakhir bernilai lebih dari USD 1 miliar per tahun. Berdasarkan data terkini Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan Indonesia—Mesir pada 2023 (Januari—Oktober) mencapai USD 1,3 miliar. Komoditas perdagangan kedua negara selama ini saling melengkapi.

Perdagangan Indonesiake Mesir meliputi minyak kelapa sawit, biji kopi, kakao, kertas, briket arang, sabun, tuna kalengan, sarden kalengan, benang,dan produk potensial lainnya. Adapun produk dari Mesir yang diekspor ke Indonesia antara lainfosfat, kurma, jeruk, molases, anggur, stroberi, dan tanaman herbal.

Rekomendasi