Kembangkan produk lokal, Kemenperin targetkan Indonesia punya 1.000 startup digital

Kamis, 12 April 2018 12:51 Reporter : Rohimat Nurbaya
Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian menargetkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020, dengan memiliki 1.000 startup berbasis digital.

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan, valuasi bisnis 1.000 startup digital itu diperkirakan mencapai US$100 miliar atau setara Rp1.376 triliun.

Kemudian total nilai e-commerce sebesar USD130 miliar atau setara Rp1.789 triliun. "Saat ini, baru tercatat sekitar 2 persen pelaku startup lokal dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia," ujar Gati, kemarin, Rabu 11 April 2018.

Guna mewujudkan sasaran 1.000 startup digital tersebut, Kemenperin turut serta dalam ajang Maker Fest 2018. Hal itu merupakan gerakan empowering movement bagi kreator atau produsen lokal yang digagas oleh Tokopedia.

Menurut Gati, Maker Fest 2018 ini bertujuan untuk menumbuhkan lebih banyak pelaku industri kreatif di dalam negeri terutama generasi muda yang mampu mengembangkan produk dan merek nasional di kancah global.

Dengan target 1.000 startupini, diharapkan produk-produk lokal Indonesia bisa dijual secara digital di marketplace. Seperti yang sudah ada sekarang adalah Tokopedia.com dan Bukalapak.com.

Maker Fest tahap I dilaksanakan di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara pada 7-8 April 2018 lalu. Selanjutnya, Maker Fest rencananya diselenggarakan di delapan kota lainnya di seluruh Indonesia.

"Tujuannya untuk mendorong para wirausaha untuk mengkreasikan produk-produknya. Nantinya, akan ada kegiatan puncak untuk memilih tiga kreator dengan produk terbaik," ujar dia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, Indonesia merupakan negara yang potensial untuk tumbuh dan berkembangnya perdagangan elektronik (e-commerce) karena menjadi pasar terbesar di ASEAN.

"Potensi ini didukung dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, di mana penetrasi internet telah menjangkau sebanyak 90,5 juta jiwa dan di antara mereka sekitar 26,3 juta jiwa telah berbelanja secara online," kata Airlangga.

Saat ini, di ASEAN ada sekitar tujuh unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar atau setara Rp13,7 triliun. Empat di antaranya dari Indonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

"Dalam pelaksanaan program e-Smart IKM, Kemenperin telah bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri," ujarnya. [esy]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini