Jumlah Penduduk Miskin DKI Jakarta Turun 25.750 Orang, Kini Jadi 439 Ribu Orang

Seiring dengan penurunan jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin di DKI Jakarta juga menurun.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Jumlah Penduduk Miskin DKI Jakarta Turun 25.750 Orang, Kini Jadi 439 Ribu Orang
Jumlah Penduduk Miskin DKI Jakarta Turun 25.750 Orang, Kini Jadi 439 Ribu Orang (Merdeka.com)

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta mengalami penurunan pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 439,12 ribu orang, turun 25,75 ribu orang dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 464,87 ribu orang.

Seiring dengan penurunan jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin di DKI Jakarta juga menurun. Pada September 2025,  persentase penduduk miskin di ibu kota tercatat sebesar 4,03 persen, turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 4,28 persen.

"Secara keseluruhan, tingkat kemiskinan (P0) di DKI Jakarta pada September 2025 merupakan yang terendah sejak pandemi Covid-19, meskipun masih belum kembali ke level sebelum pandemi," kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2).

BPS juga mencatat, angka kemiskinan pada September 2025 turun 0,11 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada September 2024, tingkat kemiskinan DKI Jakarta masih berada di angka 4,14 persen.

Menurut Kadarmanto, tren penurunan tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi pascapandemi yang mulai berdampak terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat di Jakarta.

"Setelah mengalami lonjakan pada awal pandemi dan sempat berfluktuasi, tren kemiskinan kembali menunjukkan penurunan pada September 2025. Hal ini mencerminkan bahwa pemulihan ekonomi pasca pandemi telah berjalan dan mampu menekan tingkat kemiskinan," ujarnya.

Meski demikian, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada September 2025 masih lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Kemudian, pada periode Maret–September 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di DKI Jakarta juga mengalami penurunan. Menurut Kadarmanto indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) September 2025 sebesar 0,492 turun dibandingkan Maret 2025 pada kondisi 0,574. 

Selain itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada September 2025 juga turun sebesar 0,095, dibandingkan Maret 2025 pada kondisi 0,111.

"Penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan bahwa kondisi kelompok penduduk miskin membaik, di mana penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan (tingkat kemiskinannya semakin dangkal), dan semakin meratanya kondisi di antara penduduk miskin itu sendiri," katanya.

Rekomendasi