Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jonan: PLTP Sarulla jadi pembangkit panas bumi terbesar di dunia

Jonan: PLTP Sarulla jadi pembangkit panas bumi terbesar di dunia Ignasius Jonan tiba di Istana. ©2016 Merdeka.com/titin

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengklaim Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla akan menjadi pembangkit geothermal terbesar di dunia. Sebab, PLTP Sarulla ini memiliki potensi panas bumi hingga lebih dari 1.000 Megawatt (MW).

"Ini salah satu PLTP yang terbesar di dunia. Sejak lama tidak ada, sebelumnya PLTP Kamojang, PLTP Salak. Kalau bisa 1.000 MW jadi paling besar untuk satu konsesi WKP," ujar Jonan di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (31/3).

Potensi besar ini didapat setelah Medco Energi menjadi konsorsium proyek pengembangan PLTP Sarulla pada 2006. Sejak saat itu, Medco langsung melakukan studi kelayakan proyek ini. Dari studi tersebut, potensi terbukti PLTP ini mencapai 1.000 MW.

"Kita pernah studi setelah kita masuk kesini di 2006 ditemukan potensi hingga 1.000 mw. Nah, kalau kita bicara soal performance reservoar, kita perlu test dulu. Memang ini kan ada cadangan berpotensi segitu. Tapi kalau kita coba reservoar itu dan mendapatkan hasil segitu, ya akan kita kembangkan," kata Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro

Saat ini, Medco baru mengembangkan 330 MW yang terbagi menjadi tiga unit. Untuk pengembangan potensi hingga 1.000 MW ini, Medco masih menunggu persetujuan pemerintah. Menurut Hilmi, pihaknya masih menunggu harga jual listrik dalam pengembangan PLTP Sarulla.

Sekarang, harga listrik yang dipatok mencapai USD 6,79 sen per Kwh. PT PLN (Persero) menjadi pembeli listrik PLTP Sarulla.

"Kalau dengan tarif saat ini USD 6,79 sen per kwh itu margin kita sangat marginal sekali. Untungnya, kita dapat pinjaman dari JBIC dengan bunga rendah dan tenornya panjang. Untuk ke depannya, kalau kita mengembangkan 1.000 MW, harga segitu tidak terlalu marginal. Kita sampaikan ke pak Menteri (Jonan), kita sepakat kembangkan untuk capai bauran energi di 2025 sesuai target 22,53 persen dari EBT. Tentu kita mengharapkan return yang memadai," pungkasnya.

Dari kapasitas terpasang, PLTP Sarulla ini akan menjadi yang terbesar kedua setelah PLTP Gunung Salak yang kapasitasnya 377 MW.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP