Jaga nilai tukar Rupiah, cadangan devisa Oktober 2017 turun jadi USD 126,5 miliar

Direktur Eksekutif BI, Agusman mengatakan, meski cadangan devisa turun tapi cukup untuk membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Jaga nilai tukar Rupiah, cadangan devisa Oktober 2017 turun jadi USD 126,5 miliar
rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 mencapai USD 126,5 miliar. Angka ini lebih rendah dibanding akhir September 2017 yang tembus USD 129,4 miliar.

Direktur Eksekutif BI, Agusman mengatakan, meski cadangan devisa turun tapi cukup untuk membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," katanya dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Selasa (7/11).

Menurutnya, penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk.

"Kita akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal tersebut didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif."

Rekomendasi