Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini penyebab harga batu bara terperosok

Ini penyebab harga batu bara terperosok ilustrasi batu bara. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Merosotnya harga batu bara dunia menurut Indonesian Minning Institute (IMI) dikarenakan over supply atau kelebihan pasokan yang sedang terjadi. Di awal 2014 saja, IMI mencatat sudah terjadi over supply batu bara sebanyak 250 juta ton.

"Yang paling utama supply demand. Supply demand dunia awal 2014 sudah 250 juta ton lebihnya," ujar Chairman IMI, Irwandi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/4).

Faktor kedua penyebab anjloknya harga batu bara, lanjut Irwandi, yakni munculnya sumber energi baru. "Misalnya shale gas di salah satu negara bagian Amerika Serikat itu sudah mengganti batu bara dengan shale gas," tuturnya.

Kemudian, tambah Irwandi, faktor ketiga yakni merosotnya pertumbuhan penduduk di sejumlah negara termasuk Indonesia. "Negara-negara di dunia secara keseluruhan pertumbuhannya hanya sekitar 1-2 persen," ujarnya.

"Itu kira-kira penyebab utamanya," tambah Irwandi.

Irwandi menambahkan, mayoritas pengusaha industri batu bara berharap terjadi kenaikan harga. Pasalnya, penurunan harga ini sudah berlangsung terlalu lama dari akhir 2011 sampai dengan awal 2015.

Irwandi berharap pemerintah dapat menelurkan kebijakan sebagai solusi masalah batu bara ini. "Padahal kita (Indonesia) negara pengekspor batu bara nomor satu. Nah ini gimana ngaturnya," tuturnya.

"Makanya kita minta agar pemerintah membuat suatu pengaturan yang wise lah terkait batu bara ini," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP