Ini penjelasan Panasonic soal hengkangnya dari Indonesia

Rabu, 3 Februari 2016 17:53 Reporter : Sri Wiyanti
Ini penjelasan Panasonic soal hengkangnya dari Indonesia Panasonic. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Panasonic membenarkan pabrik elektroniknya di Indonesia bakal hengkang. Namun, Panasonic bakal mengembangkan industri lampu dengan menggabungkan atau merger dua unit usaha yang terdiri dari tiga pabrik di Indonesia.

"Penggabungan pabrik ini merupakan strategi Panasonic dalam mengantisipasi kemajuan teknologi dan perkembangan pasar terhadap produk lampu LED (Light emitting diode), sehingga lebih fokus pada produksi yang memberikan nilai tambah bagi industri," ujar Presiden Direktur Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) a di Jakarta, Rabu (3/2).

Untuk itu, kata dia, penggabungan tersebut merupakan murni masalah teknologi, bukan masalah perburuhan sebagai pihak yang terdampak karena terjadinya merger. Penggabungan harus dilakukan semata-mata bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi serta merespon perkembangan teknologi perlampuan serta tren permintaan pasar.

Suganuma menjelaskan, Panasonic di Indonesia sebelumnya memiliki dua unit bisnis manufaktur di bidang perlampuan, yaitu PT Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) di Pasuruan, Jawa Timur dengan memproduksi lampu hemat energi. Sedangkan, PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia (PESGMFID) di Cikarang dan Cileungsi Bogor, memproduksi luminer LED untuk pasar domestik dan ekspor, serta juga stop kontak dan kotak kontak.

Sejak 1 Januari 2016, PESGMFID dan PESLID resmi bergabung sebagai perusahaan hasil merger dan berkedudukan di Cileungsi, Bogor. Setelah penggabungan, PESGMFID menjalankan produksi di dua unit lokasi kerja yaitu di Pasuruan, Jawa Timur dan Cileungsi, Bogor.

Panasonic menjadikan kedua tempat tersebut sebagai sentra produksi luminer dan lampu LED untuk memperkuat daya saing di pasar domestik dan dunia. Pada saat ini, kondisi yang terjadi yaitu permintaan produksi CFL menurun di pasar Jepang dan domestik, dengan kecenderungan pindah ke teknologi LED.

Sedangkan, pada sisi lain teknologi LED telah berkembang dengan pesat, sehingga persaingan harga pun menjadi tak terelakan. Panasonic sebagai salah satu produsen LED menyatakan untuk terus mengembangkan teknologi ini.

Sebelum penggabungan PESGMFID dengan unit lokasi kerja di Cikarang, Bekasi dan Cileungsi, Bogor memiliki karyawan masing-masing sebanyak 425 dan 400 orang. Dalam rangka penggabungan perusahaan, 425 karyawan PESGMFID yang terdampak diberikan beberapa opsi pilihan yang bijak.

Pilihan tersebut yaitu tetap bergabung di perusahaan dan akan mengikuti aturan perusahaan untuk mendukung proses produksi di Rembang, Pasuruan, Jawa Timur atau Cileungsi, Bogor, atau bergabung dalam kelompok usaha Panasonic Gobel sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Sedangkan opsi ketiga yaitu memilih untuk mengundurkan diri untuk berwiraswasta.

Sementara itu, Chairman Panasonic Gobel Grup Rachmat Gobel mengaku optimis industri elektronik nasional akan terus berkembang. Namun, pada sisi lain pemerintah harus agresif untuk mengikuti dan memahami kemajuan teknologi serta kemudian memberikan insentif untuk menjadi daya tarik investasi dan pengembangan industri yang bernilai tambah di dalam negeri. "Tercatat pasar di ASEAN saja memiliki potensi dengan jumlah penduduk sekitar 500 juta orang," kata Rachmat. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini