Ini cara PU-Pera perbaiki jalur Pantura
Merdeka.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Arie Setiadi Moerwanto mengaku sudah menemukan langkah-langkah penanganan jalan nasional yang rusak. Menurutnya, untuk pelaksanaannya nanti harus dapat mengupayakan seluruh jalan nasional tidak rusak dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
"Untuk menjamin itu, kepala balai diinstruksikan agar segera melakukan penanganan kerusakan tersebut dengan cara swakelola, penunjukan langsung dan mengefektifkan skema preservasi jalan pada paket long segmen," ujar Arie di kantornya, Jakarta, Senin (6/2).
Selain itu, lanjutnya, dana pemeliharaan rutin dialokasikan dengan mengambil alokasi dana lelang. Pemanfaatan dana tersebut untuk ruas jalan yang tidak ditangani dengan kontrak.
"Untuk transisi ruas-ruas belum kontraktual atau selesai lebih awal. Penanganan darurat misalnya bencana alam dan longsor," tegasnya.
Lebih lanjut, Arie menegaskan pelaksanaan preservasi jalan dengan long segmen untuk mendahulukan pelaksanaan pemeliharaan rutin. Soal dana, katanya, pemeliharaan rutin tak cukup bisa melakukan perubahan target antar output.
Hal ini diperlukan penambahan target penanganan efektif dapat dilakukan Adendum kontrak menambah target efektif dan revisi DIPA sesuai kententuan yang berlaku.
"Penanganan darurat yang dilakukan pada cuaca yang belum memungkinkan masih bersifat sementara dan jika cuaca telah memungkinkan maka pelaksanaan perbaikan dilakukan dengan permanen. Untuk pelaksanaan rutin dalam kontrak long segmen agar memanfaatkan sumber daya manusia yang pernah terlibat dalam pekerjaan swakelola sebelumnya," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya