Ini alasan toko gesek kartu ATM dan kredit di mesin kasir

Selasa, 5 September 2017 18:19 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ini alasan toko gesek kartu ATM dan kredit di mesin kasir Ilustrasi ATM dan kartu Kredit. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mande mengungkapkan alasan perlunya penggesekan (swipe) kartu di mesin kasir saat pembayaran non tunai. Hal ini bertujuan untuk memudahkan laporan keuangan.

Saat transaksi terjadi, lanjutnya, kasir yang melayani pembeli dengan pembayaran non tunai tentu membutuhkan bukti pembayaran tersebut. Salah satunya dengan cara tenpel (tapping) atau gesek (swipe) kartu yang digunakan pembeli supaya datanya terbaca dan terdata.

"Kaitannya dengan sistem pembayaran yang dilakukan. Sebagai bukti. Kalau digesek di kasir itu sebagai bukti bahwa berbelanjanya lewat kartu," ujar Roy kepada merdeka.com, Selasa (5/9).

Roy menambahkan, pada umumnya laporan keuangan dibedakan berdasarkan cara pembayaran konsumen. Menurutnya, berbeda apabila konsumen melakukan pembayaran secara tunai.

"Membayar yang dengan tunai dipisahkan karena kan pelaporannya beda. Kalau kartu kredit kan itu kan enggak langsung masuk ke rekening perusahaan, harus beberapa hari baru banknya transfer. Kalau tunai kan langsung," katanya.

Meski demikian, Roy menyatakan proses gesek kartu di mesin kasir memang cukup satu kali saja. Dua kali gesek, katanya, hanya dilakukan untuk pegawai baru yang belum mengerti pembukuan.

"Dua kali gesek itu kan sebenarnya enggak seharusnya demikian. SOP kan itu sekali," jelasnya.

Jika sistem dua kali gesek kartu saat pembayaran dilarang, Roy menilai hal tersebut butuh proses sosialisasi. "Kan berarti perlu ada semacam penyesuaian lagi. Nah penyesuaian itu tentu kan ada proses waktu lagi," pungkasnya.

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai. Dalam setiap transaksi, kartuhanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir.

Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. "Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran," tulis BI dalam keterangan tertulisnya diJakarta, Selasa (5/9). [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini