Industri kreatif sumbang 7,38 persen terhadap PDB nasional

Selasa, 17 Oktober 2017 14:44 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Triawan Munaf. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Di tengah melambatnya harga komoditas dan bahan mentah secara global, sektor ekonomi kreatif memberikan sumbangan yang positif bagi perekonomian Indonesia. Ekonomi kreatif jadi sumber kekuatan ekonomi baru di era pemerintahan Jokowi-JK.

"Di masa depan, ekonomi tidak semata-mata, bergantung pada sumber daya alam mentah," ujar Kepala badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf dalam acara 3 tahun Jokowi-JK di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (17/10).

Triawan mengungkapkan, tugas ekonomi kreatif adalah memberikan nilai tambah. Sehingga dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi dan berkontribusi besar pada perekonomian.

Berdasarkan data Bekraf, ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp 852,24 triliun. "Dari total kontribusi tersebut, sub-sektor kuliner, kriya dan fashion memberikan kontribusi terbesar pada ekonomi kreatif," jelasnya.

Tercatat, sub-sektor kuliner berkontribusi sebesar 41,69 persen, disusul sub-sektor fesyen sebesar 18,15 persen dan kriya sebesar 15,70 persen. "Terdapat sekitar empat sub-sektor yang juga sangat potensial menjadi kekuatan ekonomi baru yakni film, musik, art dan game (animasi)."

Empat sub-sektor ini tercatat mengalami pertumbuhan paling pesat, yakni film mencatatkan pertumbuhan sekitar 10,28 persen, musik 7,26 persen, art/arsitektur 6,62 persen dan game tumbuh sekitar 6,68 persen.

[sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini