Indonesia rasa Eropa berkat pembangkit listrik Sidrap
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa seperti di Eropa, ketika meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 Mega Watt (MW). Pembangkit tenaga angin tersebut menjadi yang pertama di Indonesia.
Presiden Jokowi mengaku bahagia telah meresmikan pengoperasian PLTB Sidrap, di Sulawesi Selatan. Sebab, dia bisa melihat langsung pembangkit tenaga angin tersebut menghasilkan listrik.
"Berbahagia sekali sore ini. Saya lihat secara langsung PLTB di kabupaten Sidrap ini, baling-baling muter semua angin cukup," kata Presiden Jokowi saat meresmikan pengoperasian beberapa pembangkit listrik, di lokasi PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7).
Presiden Jokowi mengaku, berada di lokasi PLTB Siderap seperti berada di Eropa, khususnya Belanda yang mengandalkan tenaga angin untuk memenuhi kebutuhan listriknya. "Saya serasa seperti di Belanda. Kok serasa di Belanda gitu. Kayak di Eropa tapi kita di Sidrap," tutur Presiden Jokowi.
Menurut Presiden Jokowi, dengan resmi beroperasinya PLTB Sidrap membuktikan komitmen pemerintah Indonesia, untuk mencapai target EBT dalam porsi bauran energi, sebesar 23 persen pada 2025. "Artinya dengan peresmian PLTB pertama di Sidrap ini memberikan komitmen 23 persen tecapai," tandasnya.
PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, berkapasitas 75 MW resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan pada 4 April 2018. Pembangunan pembangkit ini seiring dengan semangat pemerintah untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23 persen dari total bauran energi nasional pada 2025.
Saat ini sebanyak 30 Wind Turbin Generator (WTG) yang terpasang pada PLTB Sidrap telah menghasilkan energi listrik untuk Sistem Sulawesi Bagian Selatan. Pembangkit yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40 persen dan menyerap sekitar 1.150 tenaga kerja.
Di lahan seluas 100 hektar, telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. Daerah ini kini menjadi salah satu wisata untuk masyarakat di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya