Indonesia Kembalikan 5 Kontainer Sampah ke Amerika Serikat

Minggu, 16 Juni 2019 15:40 Reporter : Siti Nur Azzura
Indonesia Kembalikan 5 Kontainer Sampah ke Amerika Serikat ilustrasi sampah di laut. ©AFP

Merdeka.com - Indonesia menjadi negara terakhir di Asia Tenggara yang mengembalikan sampah ke Negara Barat dalam beberapa hari. Tercatat, Indonesia mengirimkan kembali 5 kontainer sampah ke Amerika Serikat (AS).

Menurut pihak berwenang Indonesia, dilansir The Indian Express, kontainer yang diimpor seharusnya berisi potongan kertas tetapi diisi dengan sampah, termasuk botol, sampah plastik, dan popok. 5 Kontainer tersebut, dikirim dari Amerika Serikat ke Indonesia pada akhir Maret.

"Hal ini tidak layak dan kami tidak ingin menjadi tempat pembuangan sampah," kata pihak berwenang yang tidak diketahui namanya.

Indonesia saat ini tengah memeriksa kontainer-kontainer lain yang berada di berbagai pelabuhan di seantero negara. Dengan mengembalikan kontainer-kontainer sampah, Indonesia mengikuti langkah negara-negara Asia Tenggara yang lain, seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

Sebelumnya, China juga telah menutup pintunya untuk untuk sampah asing sejak tahun lalu, setelah selama bertahun-tahun menerima sejumlah besar sampai dari berbagai penjuru dunia. Sehingga, pengembalian sampah ini diharapkan mampu meminimalisir sampah di negara masing-masing.

Tahun lalu, setelah melihat lonjakan sampah plastik di negaranya, Vietnam mengeluarkan larangan untuk izin baru impor sampah. Berdasarkan kekhawatiran lingkungan, Vietnam mengibarkan bendera merah setelah timbunan besar pengiriman ilegal sampah berjejer di pelabuhan-pelabuhan mereka.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan Vietnam akan mencari para pemilik kontainer yang berjejer di pelabuhan mereka. Dia juga meluncurkan investigasi kriminal terhadap impor ilegal dan pelanggara undang-undang lingkungan.

Seperti Vietnam, Thailand juga mengeluarkan larangan terhadap sampah plastik yang datang tahun lalu, ketika mereka menyadari ada 432 limbah elektronik dari negara-negara Barat, berdasarkan sebuah laporan dari Reuters. Keputusan negara ini diambil hanya beberapa minggu setelah keputusan Vietnam.

Larangan sampah elektronik Thailand diambil setelah penggerebekan terhadap beberapa pabrik pada bulan Mei yang dituduh telah secara ilega mengimpor sampah elektronik. Thailand juga mengatakan mereka akan melarang impor sampah plastik pada tahun 2020.

Sementara itu, baru-baru ini Malaysia mengatakan ratusan ton sampah plastik impor akan dikirimkan kembali ke tempat asal. Menteri Energi, teknologi, Sains, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin mendesak negara-negara maju agar berhenti mengirimkan sampah ke Malaysia.

Sejak bulan Juli tahun lalu, pemerintah Malaysia telah menutup lebih dari 140 pabrik daur ulang ilegal. Negara itu juga bersumpah untuk melarang impor sampah plastik dalam tiga tahun. Impor plastik ke Malaysia telah meningkat tiga kali lipat sejak 2016, menjadi 870.000 ton tahun lalu, menurut data resmi.

Filipina juga telah mengembalikan 69 kontainer pengiriman dari sampah-sampah busuk dalam sebuah kapal kargo ke Kanada bulan lalu, setelah perselisihan diplomatik yang memanjang antara kedua negara sehubungan sampah. Berton-ton sampah dibuang oleh Kanada ke Filipina lebih dari lima tahun lalu.

Presiden Rodrigo Duterte mengatakan, dia siap untuk menyatakan perang terhadap Kanada sehubungan masalah ini. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini