Imbas perang dagang China-AS, RI tak akan kebanjiran produk baja dari China

Rabu, 18 April 2018 20:34 Reporter : Anggun P. Situmorang
Imbas perang dagang China-AS, RI tak akan kebanjiran produk baja dari China baja. shutterstock

Merdeka.com - Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha PT Krakatau Steel, Ogi Rulino mengatakan kebijakan pengenaan kenaikan tarif impor baja oleh Amerika terhadap produk China tidak perlu dikhawatirkan akan membanjiri pasar dalam negeri. Sebab, volume ekspor China terhadap Amerika tergolong kecil.

"China selama ini kan memang ekspor ke Amerika juga tidak banyak, kalau enggak salah mereka pengekspor ke 6 atau 7 ke sana. Jadi sekitar 5 juta ton per tahun. Jadi kekhawatiran baja-baja China masuk ke negara berkembang tidak relevan lagi," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/4).

Meskipun demikian, perang dagang ini menimbulkan kekhawatiran lain yang patut diantisipasi oleh beberapa negara mitra dagang kedua negara. Salah satunya, pengenaan tarif impor yang sama terhadap jenis barang yang masuk ke Amerika maupun China.

"Pada saat China melakukan juga (penerapan kenaikan tarif impor baja) kepada negara sekutu Amerika dan juga yang lain mitranya, ini akan ada demand yang berkurang," jelasnya.

Lebih lanjut, Ogi menambahkan pengaruh perang dagang China dan Amerika Serikat memang sempat membuat harga baja terkoreksi pada Februari lalu. Namun demikian, hal ini diyakini hanya akan bersifat sementara.

"Harga baja sampai Februari masih bagus. Tapi terkoreksi sedikit itu karena sentimen saja sebenarnya karena Trump melakukan pengenaan impor terhadap baja negara China dan segala macam tapi habis itu akan naik kembali. Kenapa, karena biasanya ada siklus," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini