Garuda Indonesia Tunda Pembayaran Gaji 25.000 Karyawan

Rabu, 29 April 2020 12:34 Reporter : Idris Rusadi Putra
Garuda Indonesia Tunda Pembayaran Gaji 25.000 Karyawan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - Sebanyak 25.000 karyawan Garuda Indonesia Group terpaksa merasakan pahitnya dampak pandemi covid-19. Mereka harus menerima kebijakan penundaan gaji akibat dampak pandemi.

"Garuda mempunyai kewajiban yang cukup besar. Ada masalah di Garuda sebagai induk perusahaan, pasti ada masalah di GMF AeroAsia perusahaan perawatan pesawat, ACS katering, dan Aerotrans. Ini magniture sampai 25.000 karyawan untuk penundaan ‘payment’," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam rapat virtual Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (29/4)

Namun, Irfan mengatakan masih akan menyalurkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan, komisaris dan direksi.

"Kami melakukan efisiensi produksi dan penundaan pembayaran gaji karyawan, direksi, termasuk insentif tahunan dan tunjangan-tunjangan. Tapi, kami tetap ‘committed’ untuk membayarkan THR meski menteri BUMN sudah menginstruksi tidak bayar THR untuk direksi dan komisaris," katanya.

Dia sebelumnya menjelaskan langkah pemotongan gaji pegawai tersebut diberlakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha (business sustainability) perusahaan tetap terjaga di tengah tekanan kinerja industri penerbangan dunia yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

1 dari 1 halaman

Skema Pemotongan Gaji

gaji rev1

Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level direksi hingga staf, mulai dari 10 persen untuk level staf hingga 50 persen untuk direksi.

Rinciannya, direksi dan komisaris besaran persentase penghasilan yang ditunda 50 persen; vice president, captain, first officer, flight service manager 30 persen; senior manager 25 persen; flight attendant, expert, dan manager 20 persen; duty manager dan supervisor 15 persen; staff (analyst, officer atau setara) dan siswa 10 persen.

"Kebijakan ini kami ambil dengan pertimbangan yang sangat mendalam atas kondisi perusahaan saat ini yang kami percaya dapat dan akan terus bertahan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan, sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal ke depannya," kata Irfan. [idr]

Baca juga:
Anggota DPR Soroti Kondisi Keuangan Garuda yang Terdampak Corona
Garuda Indonesia Masih Terbang dari Jakarta ke Makassar, Angkut Apa?
Aturan Larangan Mudik Berlaku, Garuda Indonesia Masih Beroperasi Hari Ini
Periksa 2 Saksi, KPK Telisik Asal Usul Aset Tersangka Suap Garuda
KPK Kembali Dalami Suap di PT Garuda Indonesia Lewat Kapten Agus Wahjudo
Dampak Corona, Garuda Indonesia Potong Gaji Karyawan Hingga 50 persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini