Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Garap pasar ekspor, belut Palembang 'terbang' ke China

Garap pasar ekspor, belut Palembang 'terbang' ke China belut. shutterstock

Merdeka.com - Untuk pertama kali, salah satu usaha kecil menengah (UKM) di Palembang mengekspor belut hidup ke China. Tingginya permintaan dari negeri tirai bambu itu diyakini menjadi usaha baru warga di Sumsel.

Direktur UD Bandar Mina Palembang, Putu Sumardika mengungkapkan, potensi belut di Sumsel selama ini cukup menjanjikan. Sayangnya, belum diberdayakan dan hanya sebatas konsumsi lokal.

"Potensi besar tapi tidak dimanfaatkan, sayang sekali. Ini ada permintaan dari China sehingga kita ambil bagian," ungkap Putu usai launching ekspor perdana belut ke China di Palembang, Rabu (8/3).

Menurut dia, selama ini pihaknya mengekspor belut hidup ke China melalui Jakarta. Alhasil, cost pengiriman lebih tinggi dibanding ekspor langsung dari Palembang.

"Bisa menghemat 50 persen kalau langsung karena dikirim lagi ke Jakarta. Jumlah ekspornya juga tidak banyak," ujarnya.

Untuk tahap awal, kata dia, pihaknya baru mampu mengirim sekitar satu ton setiap hari. Namun, seiring tingginya permintaan China, ditargetkan dalam sebulan mampu mengekspor minimal 100 ton per bulan.

"Ini masih tergantung alam, musim hujan belut banyak karena belum ada budidayanya. Tapi kita upayakan jumlahnya bisa diperbanyak," kata dia.

Dengan adanya ekspor langsung, sambung dia, diharapkan berdampak pada minat petani untuk mencari belut, terutama di persawahan. Satu kilogram belut hidup usia di atas tiga bulan, dihargai Rp 30.000 sampai Rp 35.000.

"Bisa dijual ke pengepul atau diantar langsung ke tempat kita di kawasan Bukit Kecil," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Permana. mengatakan, ekspor belut langsung itu berkat kerjasama Garuda Indonesia untuk memanfaatkan kargo yang tidak terpakai selama ini. Sebelumnya, Provinsi Sumsel telah mengekspor udang dan paha kodok hijau ke beberapa negara.

"Ekspor belut langsung ini baru pertama kali dan mesti dimanfaatkan. Petani bisa menambah penghasilan dengan menggeluti usaha ini," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP