Freeport Kirim 14 Pemuda Papua Ikuti Ekspedisi Bhineka

Rabu, 21 November 2018 15:43 Reporter : Idris Rusadi Putra
Freeport Kirim 14 Pemuda Papua Ikuti Ekspedisi Bhineka Freeport Eskpedisi Bhineka. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Mimika yang didirikan oleh PT Freeport Indonesia mengirim 14 orang pemuda-pemudi asal Papua mengikuti Program Ekspedisi Bhineka Bagi Bangsa 2018. Program ini sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2019 lalu.

Keempatbelas peserta Papua tersebut bergabung dengan peserta lainnya dari berbagai penjuru Indonesia dalam mengikuti kegiatan pendidikan karakter berbasis ekspedisi alam bebas selama lima di OBI Eco Campus, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti kegiatan ekspedisi alam yang meliputi pendakian gunung, pengibaran bendera, pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, hingga bergotong royong membangun rakit. Di penghujung kegiatan, mereka berpartisipasi dalam acara mini talk show bertema 'Merayakan Hari Sumpah Pemuda dan Wisuda Peserta Ekspedisi Bhinneka Bagi Bangsa sebagai Duta Perdamaian' di OBI Eco Campus Jatiluhur, Jawa Barat.

"Ada 14 anak dari Papua, mereka terdiri dari siswa-siswi SMP (Sekolah Menengah Pertama) yakni kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Dalam kegiatan ini, mereka menjadi terbiasa untuk dapat bergaul dengan teman-teman dari beragam latar belakang. Mereka sudah terbiasa berada dalam lingkungan yang majemuk. Mereka tinggal dan bersekolah di lingkungan area kerja perusahaan PT Freeport Indonesia di Papua," ujar Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Omih Gobay.

Hal senada juga disampaikan oleh Corinus Suruan, salah satu pembicara dari Freeport Indonesia. Menurutnya, dukungan Freeport terhadap kegiatan seperti Ekspedisi Bhinneka ini merupakan bukti nyata dukungan perusahaan terhadap penerapan nilai-nilai yang selaras dengan Pancasila.

"Kami berasal dari lingkungan kerja yang menghargai arti keberagaman. Kebhinekaan merekatkan kami dalam berkarya dan hari Sumpah Pemuda menjadi salah satu momentum yang pas untuk memperingatinya sambil mendalami semangat Bhinneka Tunggal Ika," ungkap Corinus.

Pria asli Papua ini menambahkan bahwa keberagaman dalam lingkungan kerja Freeport Indonesia sangat terasa, dalam konteks positif. Untuk memahami keberagaman dengan baik, karyawan mendapatkan pembekalan mengenai keberagaman budaya melalui program cultural orientation. Di Freeport, ribuan karyawan yang bekerja berasal dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Bahkan sekitar dua persen dari total karyawannya datang dari manca negara.

"Tentunya kami menemukan berbagai perbedaan, seperti perbedaan ras, suku, agama dan berbagai perbedaan lainnya. Namun perbedaan yang ada membuat kami semakin semangat dan kuat untuk bersatu, karena kami bekerja dalam tim."

Salah seorang peserta kegiatan asal SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Pamella menyebutkan bahwa program ini membuatnya dapat lebih mengenal dunia luar dan memiliki wawasan yang lebih luas. [idr]

Baca juga:
Inalum Tunda Pembayaran Saham Divestasi Freeport, Ada Apa?
Soal Blok Mahakam, Rokan, Freeport, Jokowi Ngaku Dapat Tekanan Berat
Freeport manfaatkan limbah pasir hasil tambang jadi ladang pangan dan buah-buahan
Jokowi: Antek asing yang mana? Coba lihat itu blok Mahakam
Berakhir Oktober 2018, Freeport belum ajukan perpanjangan IUPK Sementara
Penjelasan BPK soal kerugian negara Rp 185 triliun akibat limbah Freeport

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Freeport
  3. Tambang Mineral
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini