Fokus Pilpres, Menteri Susi Kecolongan Kapal Trawl Masuk ke Indonesia

Kamis, 19 September 2019 18:55 Reporter : Dwi Aditya Putra
Fokus Pilpres, Menteri Susi Kecolongan Kapal Trawl Masuk ke Indonesia Menteri Susi Pudjiastuti. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku kecolongan dengan masuknya kapal penangkapan ikan secara ilegal atau ilegal fishing yang menggunakan alat tangkap terlarang trawl. Padahal, kapal-kapal tersebut sudah lama tidak muncul lagi di perairan Indonesia.

"Kita selesaikan pencuri ikan dari luar, namun mereka masuk kembali kita tidak waspada. Tiba-tiba dalam satu tahun enam bulan terakhir muncul kapal-kapal trawl ratusan dan mulai masuk wilayah Pantai Barat Sumatera, Sumatera Utara turun sampai ke wilayah Sumatera Selatan," kata Susi, saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/9).

Setelah diselidiki, dia menyadari masuknya kapal-kapal tangkap ikan tersebut karena kelengahan para petugas di lapangan. Sebab, kala itu, dirinya tengah fokus dengan pemilihan umum (pemilu), sehingga menjadi celah buat para oknum tersebut.

"Satu keanehan kalau trawl dari zaman dulu sudah tidak bisa pakai sebetulnya, sudah tidak ada. Tiba-tiba karena kita itu berpolicy berpikir akan pilpres mencoba menenangkan masyarakat namun itu dijadikan masuknya kapal kapal trawl baru maupun lama yang di modifikasi," ujarnya.

Akibatnya, sebagian wilayah yang sudah dimasuki kapal-kapal tersebut membuat konflik horizontal masyarakat tradisional setempat. Karena tidak terima, pancingnya ketarik oleh jaring kapal-kapal tersebut.

Secara tegas pemerintah melarang dan perbuatan tersebut melanggar hukum. Hal itu tertuang dalam UU Nomor 45/2009 tentang perikanan. Dan dipertegas lagi oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.71/Permen KP/2016. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini