Patuhi Aturan OJK, Fintech Alokasikan 2,5 Persen untuk Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja

Inisiatif ini tidak hanya merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, tetapi juga mencerminkan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan OJK.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
Patuhi Aturan OJK, Fintech Alokasikan 2,5 Persen untuk Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja
Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk (© 2025 Liputan6.com)

Salah satu perusahaan financial technology atau fintech, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) memperkenalkan Fintopia Corporate University (FCU), sebuah program internal yang dirancang untuk pelatihan dan pengembangan. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang upskilling bagi sumber daya manusia (SDM) di perusahaan serta berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi di sektor pinjaman daring (pindar).

Inisiatif ini tidak hanya merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, tetapi juga mencerminkan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dalam industri keuangan, seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 43/2024 dan POJK No. 3/2024 mengenai pengembangan SDM di bidang financial technology (fintech).

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan sehat tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang ada di dalamnya.

"Fintopia Corporate University menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menciptakan ekosistem SDM yang siap mendukung pertumbuhan perusahaan, memperkuat kepercayaan pengguna, dan mempercepat laju inovasi. Sehingga Easycash bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam memperluas inklusi keuangan," kata Nucky, dikutip di Jakarta, Senin (21/7).

FCU diresmikan sebagai respons terhadap kebutuhan perusahaan untuk memperkuat kapabilitas internal di tengah perkembangan pesat industri fintech, khususnya pindar. Program ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan layanan kepada pelanggan, mendukung inovasi dan kelincahan organisasi, serta membangun budaya belajar yang berkelanjutan di seluruh tingkat perusahaan.

Selain itu, program ini sejalan dengan ketentuan OJK yang mewajibkan penyelenggara pindar untuk mengalokasikan minimal 2,5 persen dari biaya tenaga kerja tahunan mereka untuk pendidikan dan pelatihan SDM, serta mengembangkan kebijakan formal dalam pengembangan talenta.

Pengembangan Bakat

Patuhi Aturan OJK, Fintech Alokasikan 2,5% Biaya Tenaga Kerja untuk Pelatihan SDM
Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk © 2025 Liputan6.com

Renda Celona, yang menjabat sebagai Kepala Sumber Daya Manusia Easycash dan juga Project Manager FCU, memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai FCU. Dia menyatakan bahwa FCU adalah bagian dari strategi pengembangan talenta Easycash yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang sesuai dengan dinamika industri pindar, sejalan dengan kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

"Melalui Fintopia Corporate University, kami membangun sistem pembelajaran yang terukur dan berjenjang, agar setiap karyawan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat, kompeten dan unggul dalam setiap fungsi kerja mereka, serta siap menghadapi tantangan masa depan industri pindar," ungkap Renda.

FCU memiliki tiga pilar utama dalam struktur pembelajarannya. Pilar pertama adalah Fintech Skill Academy, yang berfokus pada penguatan pemahaman teknis dan industri. Pilar kedua, Leadership Skill Academy, bertujuan untuk membentuk pemimpin yang visioner dan kolaboratif.

Terakhir, Innovative & Competitive Development Academy, yang dirancang untuk mendorong inovasi serta daya saing. Pelatihan di FCU dilaksanakan secara rutin dua hingga tiga kali dalam sebulan, dengan berbagai format mulai dari sesi intensif satu hari hingga kelas pengembangan berjenjang yang berlangsung selama beberapa minggu.

Sejak pelaksanaan sesi pertama FCU beberapa bulan lalu, hampir 300 karyawan telah berpartisipasi, dan program ini ditargetkan agar dapat diikuti oleh hampir seluruh karyawan Easycash pada akhir tahun 2025.

Program Pelatihan Disediakan

Patuhi Aturan OJK, Fintech Alokasikan 2,5% Biaya Tenaga Kerja untuk Pelatihan SDM
Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk © 2025 Liputan6.com

Sebelum peluncuran resmi, perusahaan telah melaksanakan berbagai program pelatihan. Di antara topik upskilling yang telah dilaksanakan adalah Call Center Team Leader dengan modul Learning to Lead (L2L), Public Speaking & Communication, serta Basic English Course. Salah satu peserta, Team Leader Credit Analyst Easycash, Tief Kurniawati, menyatakan bahwa FCU memberinya wawasan dan motivasi baru.

"Pelatihan ini bukan hanya membekali saya dengan keterampilan teknis, tapi juga membentuk cara berpikir sebagai seorang pemimpin. Menariknya, selain pelatihan yang wajib, kami juga bisa memilih program pembelajaran tambahan di luar bidang utama kami. Buat saya pribadi, ini membuka ruang untuk belajar hal-hal yang memang saya minati, dan itu sangat memotivasi," ujarnya.

Dengan adanya FCU, Easycash menunjukkan komitmennya untuk mencetak talenta fintech yang siap menghadapi tantangan di masa depan. FCU lebih dari sekadar memenuhi regulasi; ia menjadi pilar penting dalam strategi Easycash untuk terus tumbuh secara kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi