Jambi mencatat angka fantastis dalam penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir November 2025. Sebanyak 265 ribu pelaku usaha di provinsi ini berhasil menyerap dana sebesar Rp6,4 triliun. Capaian ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat Jambi dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan.
Data tersebut menempatkan Provinsi Jambi pada posisi ke-11 secara nasional dalam hal penyerapan KUR. Keberhasilan ini tidak hanya membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Jambi, Sardaini, meyakini program ini menjadi pemicu utama. Kemudahan dalam menjangkau kredit tersebut membuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah masyarakat Jambi bergerak dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Penyerapan KUR di Jambi menunjukkan angka yang impresif, mencapai Rp6,4 triliun oleh ratusan ribu pelaku usaha. Berdasarkan data nasional yang dikeluarkan oleh Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) hingga minggu keempat November 2025, penyerapan KUR di Jambi berada di peringkat 11. Ini menunjukkan bahwa Penyerapan KUR Jambi sangat signifikan.
Posisi Jambi dalam penyerapan KUR ini berada di atas Nusa Tenggara Barat yang menempati urutan ke-12. Sementara itu, Jambi berada sedikit di bawah Sumatera Barat yang menduduki urutan ke-10. Sardaini menjelaskan bahwa serapan tertinggi secara nasional didominasi oleh wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Kemudahan akses terhadap kredit usaha ini telah terbukti efektif dalam menggerakkan sektor UMKM di Jambi. Sardaini menyatakan, "Masyarakat Jambi yang memanfaatkan kredit cukup baik." Hal ini membuktikan bahwa program KUR telah memberikan dampak positif yang nyata bagi pelaku usaha di daerah.
Advertisement
Advertisement
Program KUR tidak hanya mendukung pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jambi secara keseluruhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan III 2025 mencapai 4,77 persen. Angka ini mengalami kenaikan 0,26 poin persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 4,51 persen.
Sardaini meyakini bahwa program kredit untuk pelaku usaha ini mampu mendongkrak ekonomi Jambi tumbuh pesat. Bantuan pemerintah melalui KUR ini menjadi pemicu Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi. Ini menunjukkan peran strategis Penyerapan KUR Jambi dalam pembangunan daerah.
Selain KUR, pemerintah juga mengembangkan program lain untuk menumbuhkan UMKM. Kementerian mendorong sarana publik seperti terminal angkutan darat, bandara, pelabuhan, dan stasiun untuk mengalokasikan 30 persen ruang bagi pelaku UMKM. Langkah ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk membuka infrastruktur publik di bidang usaha.
Advertisement
Di Jambi, program pusat ini akan terus dilanjutkan dan diimplementasikan. Sardaini mengungkapkan, "Kita akan teruskan program pusat itu ke daerah, di Jambi sasarannya kita coba di terminal, pelabuhan dan bandara, kalau stasiun belum, kita belum ada kereta api." Ia menegaskan bahwa UMKM memberikan andil besar dalam membantu pertumbuhan ekonomi Jambi.
Sumber: AntaraNews