Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, secara aktif memperkuat daya saing serta nilai tambah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Upaya ini direalisasikan melalui implementasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai sangat strategis. Langkah progresif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa pelaku UMKM memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pernyataan ini disampaikannya saat bertemu awak media di Sindue, Kabupaten Donggala, pada Minggu lalu. Beliau menekankan komitmen pemerintah daerah terhadap sektor ini.
Program KUR diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat di Kabupaten Donggala. Selain itu, inisiatif ini juga dirancang untuk memberikan kemudahan akses permodalan. Tujuannya adalah agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Bupati Vera Elena Laruni menyoroti posisi UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Peran ini juga sangat terasa di Kabupaten Donggala. Keberadaan UMKM tidak hanya sekadar pelengkap, tetapi merupakan motor penggerak ekonomi yang signifikan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung kemajuan sektor ini.
Menurut Vera, "Jadi dengan UMKM ini juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Kabupaten Donggala." Pernyataan ini menggarisbawahi dampak sosial ekonomi yang dihasilkan oleh sektor UMKM. Peningkatan jumlah UMKM secara langsung berkorelasi dengan penyerapan tenaga kerja lokal.
Dukungan pemerintah daerah terhadap UMKM di Donggala bukan hanya sekadar retorika. Ini adalah strategi nyata untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif. Tujuannya agar para pelaku usaha dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.
Advertisement
Advertisement
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen utama dalam upaya penguatan UMKM Donggala. Skema ini menawarkan beban bunga yang sangat kompetitif bagi para pelaku usaha. Perbankan, khususnya Bank Mandiri, turut serta dalam mendukung program ini melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
Vera menjelaskan detail skema bunga KUR yang menguntungkan. "Jadi memang program KUR ini bunganya hanya 6 persen tapi 3 persennya akan ditanggung pemerintah daerah sehingga bunga yang dibayarkan pelaku UMKM nantinya hanya tersisa tiga persen," ujar dia. Subsidi bunga ini merupakan bentuk nyata intervensi pemerintah.
Dengan adanya subsidi bunga sebesar 3 persen, pelaku UMKM hanya perlu menanggung beban bunga sebesar 3 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan suku bunga pinjaman komersial pada umumnya. Kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban finansial pengusaha kecil. Ini juga meningkatkan aksesibilitas terhadap modal usaha.
Advertisement
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perbankan ini menunjukkan sinergi yang kuat. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan UMKM. Ketersediaan modal dengan bunga rendah adalah kunci utama bagi banyak usaha baru dan yang sedang berkembang.
Advertisement
Bupati Vera Elena Laruni berharap program KUR ini dapat memberikan kemudahan signifikan bagi pelaku UMKM. Kemudahan tersebut terutama dalam mendapatkan modal awal untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka. Akses permodalan seringkali menjadi hambatan utama bagi UMKM.
"Harapannya ke depan pelaku usaha mendapatkan akses permodalan untuk mengembangkan usahanya dengan program KUR," katanya. Pernyataan ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap dampak positif program ini. Program KUR diharapkan menjadi solusi konkret bagi masalah permodalan.
Pemerintah daerah tidak akan berhenti pada penyediaan modal saja. Mereka juga memastikan akan terus mendorong UMKM di Donggala. Tujuannya agar UMKM semakin maju, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata. Kontribusi tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah secara keseluruhan.
Advertisement
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemkab Donggala. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang kokoh. Hal ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Donggala.
Sumber: AntaraNews