Fakta Unik: Mangga Istana Kesukaan Presiden! Gubernur Minta Festival Mangga Pemalang Jadi Agenda Tahunan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong Festival Mangga Pemalang menjadi kegiatan tahunan untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan mengangkat Mangga Istana yang pernah disukai Presiden.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Mangga Istana Kesukaan Presiden! Gubernur Minta Festival Mangga Pemalang Jadi Agenda Tahunan
Gubernur Jateng meminta Festival Mangga Pemalang menjadi kegiatan tahunan. Acara ini tak hanya melestarikan budaya, tapi juga sukses mendongkrak ekonomi kreatif dan kesejahteraan petani. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusulkan agar Festival Mangga Pemalang dijadikan agenda tahunan. Usulan ini disampaikan saat meninjau langsung gelaran festival di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Menurut Gubernur Luthfi, festival semacam ini memiliki potensi besar untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga mampu mengangkat produk dan budaya lokal hingga dikenal luas, bahkan ke kancah internasional. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi pun siap diberikan untuk mewujudkan hal tersebut.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi mangga, tetapi juga daya tarik budaya yang kuat. Rangkaian acara melibatkan arak-arakan pengantin mangga, simbol tradisi unik di Pemalang. Hal ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Menggerakkan Ekonomi Kreatif dan Dukungan Penuh Pemerintah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas menyatakan dukungannya terhadap Festival Mangga Pemalang. Ia melihat festival ini sebagai katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. "Ini mampu menggerakkan ekonomi kreatif sehingga masyarakat bisa membuat pekerjaan untuk diri sendiri dan orang lain," kata Luthfi di Pemalang.

Apresiasi tinggi disampaikan kepada Pemerintah Desa Penggarit dan Pemerintah Kabupaten Pemalang atas inisiatif mereka. Kedua pihak dinilai telah menjadi pelopor dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis desa. Fokus utama adalah budidaya bibit dan sentra produksi Mangga Istana yang menjadi kebanggaan lokal.

Mangga Istana, menurut Luthfi, memiliki nilai tambah yang signifikan. Buahnya tidak hanya dapat dinikmati secara langsung, tetapi juga berpotensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk makanan. Diversifikasi produk ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat petani mangga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar Festival Mangga Pemalang dapat terlaksana setiap tahun. Dukungan ini diharapkan dapat membantu festival berkembang lebih besar. Tujuannya adalah agar manfaat ekonomi dan budaya yang dihasilkan bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Pemalang.

Mangga Istana: Simbol Budaya dan Peningkatan Transaksi Petani

Festival Mangga Pemalang tidak hanya menonjolkan aspek ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan tradisi. Salah satu daya tarik utamanya adalah arak-arakan pengantin mangga. Prosesi ini menampilkan mangga Wirasangka sebagai pengantin pria dan mangga Arumanis sebagai pengantin wanita.

Dua sosok pengantin mangga ini melambangkan asal-usul Mangga Istana. Mangga Istana sendiri merupakan hasil persilangan unik antara mangga Arumanis dan mangga Wirasangka. Nama "Istana" disematkan karena mangga ini pernah dihadiahkan ke Istana Kepresidenan dan menjadi mangga kesukaan Presiden RI.

Gubernur Luthfi menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan kearifan lokal seperti ini. "Ini budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan. Kami juga berharap Festival Mangga Pemalang dapat diselenggarakan setahun sekali bukan tiap dua tahun seperti yang sudah berlangsung saat ini," ujarnya.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa festival ini telah memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Latar belakangnya adalah harga jual mangga yang cenderung murah saat musim panen. Dengan adanya festival, transaksi penjualan mangga dari petani desa dapat meningkat signifikan. "Pada Festival Mangga 2022 transaksi mencapai Rp1,5 miliar dalam dua hari. Kami berharap pada festival tahun ini bisa jauh lebih tinggi sehingga bisa menjadikan petani mangga lebih sejahtera," katanya.

Replikasi Model Desa Penggarit untuk Kesejahteraan Regional

Selain mendukung Festival Mangga Pemalang, Gubernur Luthfi juga mendorong agar model yang diterapkan Desa Penggarit dapat direplikasi di daerah lain. Setiap daerah diminta untuk menyesuaikan dengan potensi wilayah dan kearifan lokal masing-masing. Ini adalah strategi untuk pemerataan pembangunan ekonomi di Jawa Tengah.

Mantan Kapolda Jateng ini meyakini bahwa jika setiap desa atau daerah mampu mengembangkan potensinya, maka kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah secara keseluruhan akan meningkat. Pengembangan potensi ini mencakup aspek wilayah, budaya, dan ekonomi. Hal ini akan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Inisiatif Desa Penggarit menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dioptimalkan. Dari budidaya mangga hingga penyelenggaraan festival budaya, semua berkontribusi pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Replikasi model ini diharapkan dapat memicu inovasi di desa-desa lain di Jawa Tengah.

Dengan demikian, visi Gubernur Luthfi adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dari tingkat desa. Festival Mangga Pemalang adalah salah satu bukti keberhasilan pendekatan ini. Dukungan pemerintah provinsi akan terus mengalir untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan dampak positifnya bagi seluruh wilayah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi