Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM catat realisasi pasokan batu bara DMO untuk PLN baru 32,6 juta ton

ESDM catat realisasi pasokan batu bara DMO untuk PLN baru 32,6 juta ton Batu bara. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mencatat realisasi pasokan batu bara dalam negeri (DMO) dengan harga USD 70 untuk pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai 32,6 juta ton hingga April 2018.

"Sampai April realisasinya baru mencapai 32,6 juta ton," ungkapnya di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (24/5).

Jumlah 32,6 juta ton terdiri atas pasokan dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) sebanyak 16,9 juta ton, Izin Usaha Pertambangan (IUP) BUMN sebanyak 4,2 juta ton, serta IUP Penanam Modal Asing (PMA) sebanyak 117.200 ton, IUP lainnya 11,4 juta ton.

Pada tahun ini, kata dia, target pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan mencapai 121,8 juta ton, terdiri dari PKP2B 75,5 juta ton,IUP BUMN 6,1 juta ton, IUP PMA 6 juta ton dan IUP lainnya 34,1 juta ton.

"Batu bara untuk PLTU, 2018 berdasarkan RUPTL, sebesar 92 juta ton. Jadi, kalau ini dilakukan semua, ini (pasokan batu bara untuk PLN) akan terpenuhi," kata dia.

Dalam melakukan pengawasan kebijakan harga khusus batu bara DMO ini, Kementerian ESDM berkoordinasi dengan berbagai pihak.

"Dalam pengawasan kami melibatkan Kemendag dan Bea Cukai. Disitu ada kuota ekspor yang terpakai bisa berkurang otomatis. Jadi, kami mengandalkan kordinasi tersebut. Kita kerjasama sama apparat pelabuhan dan bea cukai," tandasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP