Ekspor ikan tuna selalu lesu di awal tahun
Merdeka.com - Tahun ini pemerintah menargetkan nilai ekspor ikan tuna menembus USD 800 juta. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P Hutagalung menuturkan, target nilai ekspor tuna tahun ini mengalami peningkatan USD 100 juta dibanding tahun lalu yang tercatat USD 700 juta.
"Tetapi kita lihat perkembangan, karena ini sedang dalam penataan perizinan kita. Tahun lalu ekspor kita USD 700 juta atau 210.000 ton tuna. Dan kita tentu ke depan merencanakan untuk bisa meningkatkan," ungkap Saut di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/5).
Melihat trennya, ekspor tuna segar selalu mengalami penurunan di awal tahun. Ekspor tertinggi selalu terjadi di September, Oktober dan November tiap tahunnya. "Setelah itu libur panjang, turun dia," jelasnya.
Dia yakin nilai ekspor ikan tuna semakin meningkat seiring dengan akan diperbolehkannya alih muatan. "Dari sisi ekspor dalam waktu dekat, kalau nanti alih muatan sudah diperbolehkan, untuk di dalam dan luar negeri akan meningkatkan produksinya," ucapnya.
Kendati begitu, yang terpenting adalah menjaga perikanan tuna dalam negeri terus berkelanjutan. Salah satu upayanya memperbaiki kualitas tuna yang ditangkap.
Selama ini banyak tangkapan ikan tuna dengan mutunya kurang baik. "Ini yang ingin kita perbaiki. Kita berharap tuna kualitas baik milik kita makin banyak di pasar," harap Saut.
Saut mengklaim, saat ini pemerintah tengah berupaya serius meletakkan dasar-dasar perikanan berkelanjutan pada industri pengolahan tuna dalam negeri. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya