Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonom Prediksi Keuangan Digital Indonesia Masih Terus Tumbuh di 2021

Ekonom Prediksi Keuangan Digital Indonesia Masih Terus Tumbuh di 2021 Ilustrasi Ekonomi Digital. ©2018 cigionline.com

Merdeka.com - Chief Economist DBI, Aldrin Herwany memprediksi keuangan digital di Indonesia akan semakin menguat di tahun 2021. Salah satunya karena Indonesia memiliki potensi konsumen digital yang yang tinggi.

"Perkembangan keuangan digital atau digital financial di tahun 2020 sudah begitu sangat pesat, dilihat dari indikator meningkatnya transaksi mobile banking, top up e-wallet dan transaksi e-commerce," kata Aldrin dalam konferensi pers Indonesia Digital Economy and Business Outlook 2021, Selasa (19/1).

Kata Aldrin, keuangan digital akan semakin meningkat di tahun 2021. Karena Indonesia memiliki potensi konsumen digital yang ditopang oleh struktur demografi yang didominasi generasi milenial dan penetrasi internet, serta mobile phone yang cukup tinggi.

Ini sekaligus didukung dengan adanya fenomena work from home dan bentuk-bentuk lain dari upaya pencegahan penyebaran covid-19, yang berdampak pada menurunnya mobilitas masyarakat secara offline.

"Adanya PSBB dan physical distancing menghadirkan solusi alternatif melalui inovasi transaksi tanpa tatap muka, dan perluasan akseptasi ekosistem digital financial," ujarnya.

Selain itu secara makro ekonomi, perkembangan keuangan digital terlihat dari meningkatnya pertumbuhan lapangan usaha informasi dan komunikasi sebagai sektor yang tidak terdampak resesi maupun perlambatan pada masa pandemi covid-19 dalam PDB.

Stimulasi

Kemudian keuangan digital secara bertahap perkembangannya distimulasi oleh mulai bergeraknya sektor riil maupun sektor jasa, sejalan dengan mulai bergeraknya perekonomian di kuartal III dan kuartal IV tahun 2021.

Dengan begitu, Aldrin merekomendasikan agar peningkatan keuangan digital harus sejalan dengan upaya peningkatan perlindungan konsumen untuk tujuan menurunkan risiko beragam transaksi di platform online, seperti pembobolan M-Banking, penipuan online, dan lainnya.

"Perkembangan keuangan digital juga harus dibarengi dengan upaya peningkatan efisiensi, inklusivitas, produktivitas, edukasi, dan literasi konsumen," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP