Ekonom imbau Prabowo-Sandi hadir di pertemuan tahunan IMF di Bali

Rabu, 10 Oktober 2018 20:46 Reporter : Hari Ariyanti
Ekonom imbau Prabowo-Sandi hadir di pertemuan tahunan IMF di Bali Deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Kubu Prabowo-Sandi mengkritik pelaksanaan pertemuan tahunan (annual meeting) IMF di Bali. Pertemuan yang menelan biaya mencapai sekitar Rp 500 miliar itu dinilai tak tepat di tengah kondisi Indonesia yang dilanda bencana di beberapa daerah. Kubu Prabowo-Sandi pun menyatakan tak akan menghadiri pertemuan tersebut.

Menurut pakar ekonomi dan politik Anthony Budiyawan, seharusnya kubu Prabowo-Sandi tetap hadir dalam acara itu. Kesempatan itu digunakan untuk menyuarakan reformasi IMF sebagaimana yang sering dikritisi. Jika itu disuarakan langsung, maka sejarah akan mencatat apa yang diperjuangkan Prabowo-Sandi.

"Saya baca di beberapa kesempatan Prabowo-Sandi adalah tidak ingin datang menghadiri karena beberapa hal tadi. Saya tidak membahas mengenai alasannya. Tapi menurut saya seharusnya karena ini event tak bisa dibatalkan kita harus datang. Justru untuk menyuarakan dan tercatat lah dalam sejarah apa yang diperjuangkan Prabowo-Sandi," jelasnya dalam diskusi di media center pemenangan Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

"Bahwa bagaimana kita mengusulkan bahwa mereformasi IMF sendiri. IMF dan World Bank yang harus direformasi sehingga akan tercatat bahwa Prabowo-Sandi mengusulkan ini demi negara-negara berkembang," lanjutnya.

Anthony mengatakan proses persiapan pertemuan IMF ini telah dilakukan sejak lama sehingga agak mustahil dibatalkan. Menurutnya jika acara dibatalkan, pemerintah tetap akan mengeluarkan uang yaitu biaya pembatalan (cancellation fee).

"Jadi semuanya itu sudah tidak bisa mundur lagi. Jadi semuanya itu bisa terjadi. Ya mungkin 50 persennya atau bagaimana. Tapi pasti di situ kita akan tercoreng di (mata) internasional," ujarnya.

Hal yang harus disoroti adalah IMF atau Bank Dunia secara institusi apakah layak untuk terus didukung dan apakah bermanfaat untuk negara berkembang seperti Indonesia. "Jadi bukan annual meeting IMF itu adalah apa manfaat dan mudaratnya. Tapi IMF secara institusinya itu manfaat apa tidak? Khususnya bagi dunia berkembang," jelasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini