DPR Dorong Kerajinan Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional Melalui Desain dan Pemasaran Modern

Anggota DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa Kerajinan Lokal memiliki potensi besar menjadi motor ekonomi nasional jika dikelola secara profesional, dari desain hingga pemasaran modern.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPR Dorong Kerajinan Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional Melalui Desain dan Pemasaran Modern
Anggota DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa Kerajinan Lokal memiliki potensi besar menjadi motor ekonomi nasional jika dikelola secara profesional, dari desain hingga pemasaran modern. (AntaraNews)

Jakarta, 13 Desember 2024 – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menekankan pentingnya kerajinan lokal atau kriya untuk menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan. Kriya, dengan nilai seni dan budaya yang luar biasa, berpotensi besar mendorong perekonomian daerah maupun nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam konteks workshop pengembangan kriya yang baru-baru ini diselenggarakan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Novita Hardini menjelaskan bahwa pertumbuhan subsektor kriya tidak hanya merefleksikan kekayaan budaya dan seni bangsa, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Potensi ini dapat terwujud apabila dikelola secara profesional, mencakup aspek desain, produksi, branding, hingga strategi pemasaran modern. Pengelolaan yang tepat akan membuka jalan bagi kriya untuk berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan negara.

Workshop di Magetan tersebut diharapkan menjadi momentum krusial untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing para pelaku kerajinan lokal. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam memajukan sektor strategis ini.

Subsektor kriya merupakan pilar penting dari ekonomi kreatif Indonesia yang kini berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kekayaan budaya yang diwujudkan dalam bentuk kerajinan lokal menyimpan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap. Dengan sentuhan inovasi dan strategi yang tepat, produk kriya dapat bersaing di pasar global.

Novita Hardini menyatakan, "Jika dikelola dengan desain dan pemasaran yang tepat, kriya mampu menjadi kekuatan ekonomi yang besar." Pernyataan ini menegaskan bahwa investasi pada pengembangan desain dan strategi pemasaran modern adalah kunci. Hal ini akan membantu produk kerajinan lokal mencapai pangsa pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai jualnya.

Pengembangan kerajinan lokal tidak hanya berfokus pada aspek artistik, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Pelatihan dan pendampingan bagi para perajin menjadi esensial untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi. Dengan demikian, kriya dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi masyarakat dan daerah.

Data menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif, termasuk kriya, memiliki kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2025, sektor ini diproyeksikan mempekerjakan sekitar 27,4 juta tenaga kerja, yang setara dengan 18,7 persen dari total angkatan kerja nasional. Angka ini membuktikan bahwa kerajinan lokal adalah sektor padat karya yang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Dari sisi ekspor, produk kriya menunjukkan performa yang sangat baik. Pada semester pertama tahun 2024, ekspor produk kriya mencapai angka 4,75 miliar dolar AS. Angka ini menempatkan kriya sebagai salah satu komoditas terbesar dalam ekspor ekonomi kreatif, bersanding dengan fesyen. Pencapaian ini menunjukkan daya saing produk kriya Indonesia di pasar internasional.

"Data ini membuktikan bahwa kriya bukan sekadar warisan budaya, melainkan komoditas ekonomi strategis," tegas Novita Hardini. Apresiasi juga disampaikan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI atas dukungan terhadap pelaksanaan workshop pengembangan kriya. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan bukti komitmen bersama dalam memajukan ekonomi kreatif di tingkat lokal, serta memastikan kerajinan lokal terus berkembang dan berinovasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi