Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Kholik mengemukakan bahwa kawasan Jawa Tengah bagian selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Potensi ini bisa menjadi poros ekonomi baru yang signifikan bagi pembangunan nasional. Pengembangan ini juga bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan yang selama ini terjadi antarwilayah di Jawa Tengah.
Kholik menjelaskan bahwa potensi pertanian, kelautan, dan pariwisata di wilayah selatan Jawa Tengah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya integrasi antar kabupaten yang masih berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menyatukan potensi-potensi tersebut dalam satu kawasan ekonomi yang saling menguatkan.
Diskusi yang diadakan di Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu, 10 Januari, menjadi forum penting untuk membahas gagasan ini. Wilayah utara Jawa Tengah selama ini lebih dulu berkembang karena dukungan infrastruktur dan pusat-pusat industri yang lebih memadai. Padahal, wilayah selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sangat strategis jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Sektor Unggulan Penggerak Potensi Ekonomi Jateng Selatan
Tiga sektor utama diidentifikasi sebagai motor penggerak ekonomi kawasan Jateng selatan. Sektor-sektor tersebut meliputi agro atau pertanian, maritim dan kelautan, serta pariwisata. Ketiga sektor ini memiliki potensi besar yang tersebar merata di seluruh wilayah selatan Jawa Tengah.
Potensi agro mencakup lahan pertanian subur yang mendukung produksi pangan, sementara sektor maritim menawarkan kekayaan laut yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Di sisi lain, pariwisata di kawasan ini memiliki daya tarik alam dan budaya yang unik. Sayangnya, pengembangan masing-masing sektor ini masih terpisah-pisah, sehingga belum mampu menciptakan dampak ekonomi yang maksimal.
Integrasi ketiga sektor ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat. Sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan merata di seluruh kabupaten. Dengan demikian, kawasan Jateng selatan dapat menjadi penyangga ketahanan pangan nasional sekaligus destinasi pariwisata unggulan.
Advertisement
Advertisement
Konsep Integrasi Kawasan dan Wilayah Target
Konsep pengembangan Jateng selatan dirancang untuk mengintegrasikan sedikitnya tujuh hingga sepuluh kabupaten. Integrasi ini bertujuan membentuk satu kekuatan ekonomi yang saling melengkapi dan menguntungkan. Kabupaten-kabupaten yang menjadi target utama integrasi ini adalah Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo.
Tidak hanya itu, gagasan ini juga mempertimbangkan kemungkinan untuk melibatkan wilayah perbatasan Jawa Barat. Daerah seperti Pangandaran, Tasikmalaya, dan Ciamis dapat turut serta dalam pengembangan kawasan ini. Keterlibatan wilayah perbatasan akan memperluas jangkauan dan potensi ekonomi kawasan secara keseluruhan.
Kawasan terintegrasi ini akan terhubung melalui poros selatan, mulai dari wilayah timur yang terkoneksi dengan Yogyakarta. Cilacap akan berperan sebagai poros tengah, sementara wilayah barat akan terhubung dengan Tasikmalaya atau Bandung. Jaringan konektivitas ini krusial untuk mendukung distribusi produk dan mobilitas wisatawan, serta memperkuat daya saing ekonomi kawasan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Harapan Mewujudkan Keadilan Sosial
Gagasan pengembangan Jateng selatan tidak hanya diposisikan sebagai kawasan integrasi ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi desentralisasi mandiri. Salah satu skema yang tengah didorong adalah pengembangan daerah khusus berbasis agro-maritim. Kawasan ini difokuskan sebagai penyangga ketahanan pangan nasional, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Respons pemerintah pusat terhadap gagasan Jateng selatan cukup positif. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi nasional (rakornas) Jateng selatan di bidang infrastruktur. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan potensi besar di wilayah tersebut.
Koordinator Presidium Majelis Daerah Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Cilacap, Hamidan Majdi, menyambut baik gagasan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah agar ide tersebut dapat terwujud secara konkret. Menurutnya, pengembangan Jateng selatan adalah cerminan upaya mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang selama ini relatif tertinggal di wilayah selatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews