Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan bahwa pasokan energi untuk masyarakat di Kabupaten Sintang dan sekitarnya tetap aman dan terjaga. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) melalui Integrated Terminal (IT) Pontianak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun menjelaskan bahwa penyesuaian dalam distribusi ini dilakukan karena adanya pendangkalan alur sungai yang disebabkan oleh penurunan tinggi muka air, yang berdampak pada proses sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal Sintang.
"Untuk menjaga kelancaran suplai, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan saat ini memaksimalkan distribusi melalui Integrated Terminal Pontianak serta melakukan pengaturan ritase mobil tangki dan penyesuaian jadwal pengiriman. Secara keseluruhan, dukungan suplai dari Fuel Terminal Sintang dan Integrated Terminal Pontianak diperkuat dengan kapasitas angkut total mencapai 529 KL. Kami memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi," jelas Edi.
Pola distribusi yang disesuaikan ini berdampak pada waktu tempuh pengiriman yang menjadi lebih lama. Beberapa wilayah yang terkena dampak dari perubahan ini antara lain Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau.
Advertisement
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi meskipun menghadapi berbagai tantangan operasional.
"Pertamina Patra Niaga terus memastikan distribusi energi berjalan optimal meskipun menghadapi kendala di lapangan. Melalui penguatan suplai dari IT Pontianak dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, kami berupaya menjaga ketahanan pasokan BBM bagi masyarakat Kalimantan Barat agar tetap aman dan terkendali," jelas Roberth.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan secara intensif terhadap penyaluran BBM, khususnya di lembaga penyalur yang berada di wilayah strategis dan jalur utama, untuk memastikan penyaluran BBM di wilayah terdampak dapat berlangsung normal secara bertahap.