Advertisement
Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani memaparkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah guncangan ekonomi global.
"Enam kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten terjaga di sekitar 5 persen. Kondisi yang cukup baik jika dibandingkan beberapa negara saat ini," ujar Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (19/7).
Advertisement
Pada sesi pertama, Menkeu RI juga membahas prioritas Indonesia dalam hal Mekanisme Transisi Energi Indonesia (Energy Transition Mechanism/ETM) dan Pandemic Fund, yang merupakan inisiatif dari Presidensi G20 Indonesia tahun lalu. Isu tersebut akan terus disuarakan Indonesia dalam berbagai forum multilateral seperti G20 dan ASEAN. Selaras dengan sesi pertama, di sesi kedua Sri Mulyani juga membahas mengenai mekanisme pembiayaan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui Mekanisme Transisi Energi.
Indonesia pada tahun lalu sudah meluncurkan ETM Country Platform, yang saat ini telah menerima pendanaan sebesar USD500 juta untuk mempercepat penutupan dua proyek pembangkit listrik tenaga batubara sebesar 1,6 gigawatt. Terakhir, Bendahara Negara tersebut juga membahas mengenai agenda Presidensi G20 India, yaitu Financing Cities of Tomorrow. Dia mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif ini, khususnya pada acara dialog infrastruktur.
"Sangat penting bagi kita untuk bisa terus membangun dunia, namun di saat yang bersamaan juga tetap menjaga bumi tempat kita tinggal," tutur Menkeu.
Advertisement
Dikutip Antaranews.com
Advertisement
Angka ini mengalami pertumbuhan dibandingkan pada kuartal IV–2022 yang tumbuh 5,01 persen (yoy).
"Perekonomian kita dibandingkan kuartal I-2022 atau secara qtq mengalami kontraksi 0,92 persen tapi kalau dibandingkan dengan kuartal I-2023 secara tahunan perekonomian kita tumbuh 5,03 persen," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, BPS, Moh. Edy Mahmud di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Jumat (5/5).
Advertisement
Tahun lalu ekonomi kuartal I tercatat tumbuh 5,02 persen dan tahun ini tumbuh 5,03 persen.
"Hal ini menandakan ekonomi Indonesia masih stabil, mulai dari kuartal IV 2021 sampai dengan kuartal I-2023 ekonomi kita sudah tumbuh di level 5 persen ke atas," kata dia.
Merdeka.com
Advertisement