Capai produksi Antimo 5 miliar, Phapros melantai di bursa

Kamis, 26 Juni 2014 14:59 Reporter : Nurul Julaikah
Capai produksi Antimo 5 miliar, Phapros melantai di bursa Obat Tablet. Shutterstock

Merdeka.com - PT Phapros, anak perusahaan BUMN Rajawali Nusantara Indonesia akan melantai di bursa bertepatan dengan produksi obat Antimo sebanyak 5 miliar. "Kita harapkan tahun depan. Semester 1 dan bersamaan dengan itu," kata Direktur Utama PT RNI, Ismed Hasan Putro di kantornya, Jakarta, Kamis (26/6).

Antimo akan mulai dirintis untuk ekspor ke Vietnam sebanyak 50 box dalam bentuk sachet dan sirup. Ekspor ke Vietnam dilakukan pada September dan Oktober, dengan target pasar pasar bebas Asia Tenggara. Obat bebas, anti motion sickness telah dilakukan riset oleh Phapros dan telah melaunching 240 juta butir pada akhir tahun lalu.

"Di ASEAN sekarang ada imunisasi kawasan. Sudah lebih gampang untuk mengekspor satu boks itu isi 10x20 berarti 200, terus 200x50 ribu hampir 1 juta sachet," katanya.

RNI tengah mempersiapkan tahap akhir IPO, setelah perseroan melakukan penggabungan Phapros dengan Rajawali Banjaran, yang selama ini memproduksi jarum suntik, kondom, sarung tangan.

Direktur Utama Phapros Iswanto mengatakan perseroan akan fokus memproduksi tablet parentral, sephalus dan antibiotik baru soft gelatin serta merintis pembangunan rumah sakit. "Rumah sakit kerja sama dengan konsorsium dokter, lembaga Muhammadiyah,".

Satu yang dalam proses pembangunan adalah  rumah sakit dengan Permata Group di Cirebon. "Ground breaking 1,5 bulan yang lalu. Rumah sakit sekaligus kelanjutan dari produk," katanya. [arr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini