BRI Salurkan Rp99,31 Triliun KUR, Dorong Pertanian, Ketahanan Pangan & UMKM Naik Kelas
Penyaluran KUR BRI mayoritas mengalir ke sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri, dan jasa lainnya, dengan porsi 63,88%.
Hingga akhir Juli 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp99,31 triliun. Jumlah tersebut setara 56,75% dari total alokasi KUR tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp175 triliun.
Penyaluran KUR BRI mayoritas mengalir ke sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri, dan jasa lainnya, dengan porsi 63,88% dari total pembiayaan.
Dari sektor-sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran mencapai Rp44,11 triliun atau 44,42% dari total KUR. Kontribusi ini sekaligus memperkuat sektor riil dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Tak hanya itu, BRI pun mengembangkan wadah pembelajaran bagi pelaku UMKM melalui 54 Rumah BUMN dan memperluas digitalisasi usaha melalui platform LinkUMKM yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta pengguna, serta peningkatan daya saing melalui platform PARI dengan lebih dari 113 ribu pengguna.
"Semua inisiatif ini ditujukan untuk memberikan akses pelatihan dan kesempatan agar UMKM memiliki daya saing yang tinggi," ucap Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Senin (1/9/2025).
Hingga akhir Triwulan II 2025, jumlah nasabah KUR yang berhasil naik kelas mencapai 574 ribu orang, meningkat signifikan dibandingkan 286 ribu orang pada Triwulan I/2025. Artinya, dalam 3 bulan terakhir terdapat tambahan hampir 300 ribu pelaku usaha kecil yang berhasil naik kelas.