Bos OJK duga penutupan toko ritel karena masalah internal perusahaan

Jumat, 10 November 2017 17:43 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Wimboh. Anggun ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa waktu terakhir, sejumlah toko ritel melakukan penutupan gerai. Hal itu disinyalir karena daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, penutupan tersebut mungkin saja terjadi karena adanya masalah internal di dalam perusahaan bukan karena penurunan daya beli.

"Jangan-jangan outlet tutup itu malah masalah internal dia secara spesifik, bukan masalah sistem," kata Wimboh di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/11).

Dia melanjutkan, meski ada beberapa penutupan outlet namun dengan semakin canggihnya teknologi maka masyarakat akan belanja dengan cara online. Menurutnya, saat ini kredit ritel juga tampak bagus.

"Kalau ada outlet yang tutup sekarang belanja tidak mesti pakai outlet. Kita pakai internet bisa beli apa aja," ujarnya.

Bahkan, dengan sistem belanja online bisa memotong jalur distribusi. Karena jalur distribusi membuat margin cost menjadi tinggi sehingga harga menjadi tinggi di outlet.

"Ini dipotong distribusi dengan menggunakan teknologi. Dan bahkan bagus masyarakat dengan harga yang lebih murah," tandasnya.

[azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini