Besok, proyek kereta Bandara Adi Soemarmo digroundbreaking Jokowi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo berencana melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek kereta Bandara Adi Sumarmo, Solo besok. Proyek ini memiliki lintasan sekitar 50 kilometer (Km) yang menghubungkan Bandara Adisumarmo dan Adi Sucipto, Yogyakarta.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, selain menghubungkan dua bandara yang berdekatan, kereta bandara ini nantinya akan bisa mengefisienkan pergerakan penumpang antar moda. Yaitu dari moda transportasi udara dengan moda transportasi kereta dan bus (darat).
Untuk di kota Solo, kereta bandara ini akan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi. "Dengan integrasi yang baik antar moda ini, akan mewujudkan pembangunan transportasi yang lebih efektif dan efisien," ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/4).
Transportasi antarmoda yang baik antara pesawat dengan kereta dan bus mempunyai banyak keuntungan. Selain mengefektifkan dan mengefisienkan pergerakan antar moda bagi penumpang, juga dapat mengurangi kemacetan karena akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Selanjutnya juga akan dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan asap kendaraan bermotor.
"Transportasi antarmoda tersebut juga sudah dikembangkan di bandara-bandara besar di dunia. Misalnya saja Bandara Heathrow dan Gatwick di London, JFK di Amerika, Charles de Gaule Perancis, juga sudah terhubung dengan menggunakan kereta api menuju Bandara," lanjut Agus.
Adanya kereta bandara yang menghubungkan dua bandara ini, lanjutnya, akan menjadi langkah dalam mewujudkan airport city. "Dengan demikian Airport Train Shutlle yang menghubungkan 2 bandara tersebut meleburkan 2 bandara itu menjadi satu Airport City. Mendukung realisasi Nawacita butir 7 yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," ujarnya.
Airport City atau Kota Bandara adalah sebuah bandara yang berkembang dengan aneka macam bisnis serta kegiatan tidak hanya melayani penerbangan, namun lebih kompleks lagi menjadikan bandara sebagai pusat bisnis dilengkapi berbagai kegiatan layaknya sebuah kota. Konsep ini sungguh-pun tidak didesign dari awal namun sangat mungkin dikembangkan menuju Solo Airport City.
Transportasi sebuah kota dan antar kota akan semakin lancar manakala melibatkan sistem transportasi antar moda dalam memenuhi aliran lalu lintas secara menerus (seamless transportation system) support jaringan moda transportasi lain seperti jalan tol, terminal bus, stasiun bahkan kereta bandara.
Pembangunan Airport City di Bandara Adi Sumarmo Solo dimungkinkan karena bandara ini akan dikembangkan menjadi salah satu hub penerbangan di Indonesia. Selain itu, kota Solo juga mempunyai perkembangan yang pesat, baik dari sisi perekonomian maupun sebagai kota pariwisata.
"Bandara Adi Soemarmo akan menjadi salah satu bandara hub di Jawa sehingga Solo menjadi pusat di mana kota-kota besar di Indonesia bagian timur atau barat misalnya Ambon, Manado, Medan, Padang dapat langsung ke Solo," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke bandara ini pada 1 April lalu.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, untuk mengembangkan Airport City di Solo, salah satunya akan dikembangkan kereta bandara, baik di kota Solo maupun untuk menghubungkan Bandara Adi Sumarmo -Solo menuju Bandara Adi Sucipto-Yogyakarta.
Pada 2016 lalu, data arus lalu lintas pesawat udara domestik di Soemarmo untuk kedatangan yaitu 1.058.626 penumpang atau naik 49 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk keberangkatan yaitu 1.051.295 penumpang atau meningkat 47 persen dari periode tahun sebelumnya.
Saat ini, Bandara Adi Soemarmo dilengkapi beberapa fasilitas yaitu apron dengan luas 420 m x 135 m dan parking stand yang dapat menampung 10 pesawat. Bandara tersebut juga memiliki runway seluas 2.600 x 45 m yang akan dioerpqnjang menjadi 3.000 x 45 m dengan terminal seluas 13.000 m2 dengan kapasitas 1.525.013 penumpang per tahun. Bandara tersebut juga dilengkapi tempat parkir mobil yang dapat menumpang 29.000 m2 dengan kapasitas 330 kendaraan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya