Bertamu ke Kantor Kemenperin Ceko, Airlangga promosikan produk nasional

Rabu, 2 Mei 2018 17:11 Reporter : Rohimat Nurbaya
Bertamu ke Kantor Kemenperin Ceko, Airlangga promosikan produk nasional Menperin Airlangga Hartarto bertamu ke Kantor Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Ceko. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko, Rabu (2/5). Airlangga beserta rombongan disambut hangat oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Ceko Vladimir Bartl dan jajarannya.

Kedua Menperin itu berbincang-bincang cukup lama. Mereka membahas kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Ceko. Baik Indonesia maupun Ceko ingin agar kerja sama yang sudah terjalin bisa semakin erat, terutama terkait barang-barang hasil industri yang dihasilkan dua negara sahabat ini. "Indonesia sendiri menargetkan peningkatan volume perdagangan antar kedua negara sebanyak dua kali lipat," kata Airlangga.

Adapun beberapa kerja sama industri antara Indonesia dan Ceko yang sudah berjalan adalah, ekspor gelas dan kristal dari Indonesia ke Ceko. Kemudian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan aerospace termasuk untuk komponen, serta maintenance, repair, and overhaul (MRO). "Ceko sendiri ingin bermitra dengan Indonesia dalam mengembangkan industri berbasis mineral, misalnya pertambangan," ucap Airlangga.

Tak hanya itu, kata Airlangga, Indonesia dan Ceko sepakat untuk menjadikan masing-masing negara sebagai gerbang masuknya investasi.

Indonesia ingin menjadikan Ceko sebagai gerbang masuknya produk-produk Tanah Air ke negara-negara Uni Eropa, Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Denmark, Estonia, Finlandia, Hongaria, inggris Raya dan lainnya. "Sementara Ceko ingin Indonesia sebagai gerbang pasar ASEAN untuk produk-produk Ceko," tuturnya.

Lewat kerja sama ini, Indonesia berharap Ceko menjadi salah satu negara yang menyerap produksi industri baja nasional. Seperti yang sudah dibahas dalam pertemuan sebelumnya, Indonesia melakukan kerja sama bilateral dengan Ceko untuk penguatan industri pertahanan.

Indonesia dan Ceko memang memiliki potensi besar untuk menjalin hubungan yang lebih erat, khususnya untuk industri pertahanan. Terutama di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), sebab Indonesia memiliki prospek pasar dan daya saing cukup baik. Misalnya, PT Pindad (Persero) yang telah mumpuni dalam merancang dan membuat kendaraan tempur, persenjataan, dan amunisi.

"Penguatan daya saing alutsista pertahanan nasional semakin dipacu melalui kegiatan penelitian, pengembangan dan rekayasa yang dilakukan kerjasama antara Kementerian Perindustrian dan Tentara Nasional Indonesia," ujar dia. [esy]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini