BEI-OJK Kerjasama Tarik Investor Besar di Pasar Modal

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa mencetak investor baru dengan jumlah besar namun berkualitas. Untuk itu, hal pertama yang dia tekankan yakni memastikan akses kepada pasar modal bersifat inklusif.

Rita
Oleh Rita - Reporter
BEI-OJK Kerjasama Tarik Investor Besar di Pasar Modal
Bursa Efek Indonesia. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa mencetak investor baru dengan jumlah besar namun berkualitas. Untuk itu, hal pertama yang dia tekankan yakni memastikan akses kepada pasar modal bersifat inklusif.

"Inklusif kemudian memaksa kami berinovasi untuk membuat dan membuka selebar-lebarnya kesempatan partisipatif dari seluruh masyarakat. Jadi aksesibilitas kita tingkatkan," ungkapnya dalam sesi webinar, Selasa (28/7).

Sebagai contoh, BEI dan OJK pada 2015 lalu meluncurkan program nasional Yuk Nabung Saham. Lewat program tersebut, bursa dan pihak otoritas ingin mengubah masyarakat yang tadinya cenderung menabung (saving society) menjadi gemar berinvestasi (investing society).

"Bahkan misalnya untuk menjadi investor di pasar modal yang semula membutuhkan modal awal cukup tinggi, sekarang misalnya dengan uang Rp 100 ribu saja teman-teman calon investor terutama yang muda dapat menjadi investor baru di pasar modal," kata Hasan.

Kemudian, BEI dan OJK tidak mau pelaku saham hanya berpusat di Jakarta dan Jawa saja. Kedua pihak kemudian rajin melakukan sosialisasi edukasi ke berbagai daerah untuk menarik partisipasi masyarakat menjadi investor ritel.

"Kami bersama OJK, kantor-kantor perwakilan, galeri investasi di kampus itu menyebar hampir ke seluruh daerah di Indonesia untuk melakukan sosialisasi edukasi ini. Sehingga terlihat on track, selain inklusif penyebarannya juga dapat tercapai tidak hanya bertumbuh di Jawa," tuturnya.

Hasan menyampaikan, saat ini pihaknya bersama OJK tengah dibenturkan untuk memilih antara meningkatkan jumlah investor baru atau menggodok kualitasnya. Namun, dia menyatakan keduanya tidak ingin terjebak dalam dikotomi hal tersebut.

"Kita tidak ingin mempertentangkan peningkatan jumlah dengan aspek peningkatan kualitas. Jadi kita ingin menjaga agar kedua-duanya sejalan, sehingga investor kita bertambah jumlahnya, tapi di lain sisi itu tetap jadi investor berkualitas. Quality and quantity at the very same time," ujarnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi