Bea masuk komponen HP dihapus asal bangun pabrik di Indonesia
Merdeka.com - Kementerian Keuangan bersedia memberikan keringanan bea masuk komponen,sebagai ganti pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap telepon seluler berharga mahal. Ide barter insentif fiskal itu awalnya dimunculkan oleh Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI).
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai gagasan itu bisa dilakukan. Akan tetapi, butuh jaminan bahwa nantinya industri telepon seluler dalam negeri tumbuh, setelah bea masuk komponen asal luar negeri dinolkan.
"(Menghapus) bea masuk komponen sih bisa, selama ponselnya dibuat di dalam negeri. Itu sih, usulan yang masuk akal," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jumat (11/4).
Sebelumnya, Ketua Bidang Teknologi Informasi Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Usun Pringgodigdo mengatakan salah satu yang membuat industri ponsel lokal tidak berkembang, karena ada beban bea masuk buat komponen. Terdapat 300 lebih komponen yang diperlukan untuk membuat satu unit ponsel dan sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri.
"Akibatnya, harga jual ponsel tidak terlalu jauh dengan harga ponsel impor, bahkan lebih mahal," ungkapnya.
Tapi Bambang mengingatkan, bahwa beberapa komponen ponsel sebetulnya sudah dibebaskan dari bea masuk. Sedangkan sisanya yang kerap dikeluhkan pelaku industri harus diteliti lebih jauh. Jangan sampai produk itu tak dikenai pajak impor, ternyata ada produksi dalam negeri yang serupa.
"Kalau sudah ada produk domestik, kami tidak bisa paksakan. Kalau suplainya di Indonesia sudah memadai, kemungkinan tidak bisa dinolkan, yang masih sedikit atau yang belum produksi sama sekali," kata Bambang.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya