Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Batik Jokowi-Xi Jinping mirip, RI condong lebih mesra dengan China?

Batik Jokowi-Xi Jinping mirip, RI condong lebih mesra dengan China? baju kembar jokowi dan xi jinping. ©REUTERS/Bagus Indahono/Pool

Merdeka.com - Saat jamuan makan malam di Istana Negara, Rabu (22/4) malam, batik yang dikenakan Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping terlihat hampir sama. Apakah ini pertanda makin harmonisnya hubungan Indonesia dan China dalam membangun kekuatan ekonomi baru yang mengejutkan negara-negara barat seperti Amerika Serikat?

Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut angkat bicara soal kompaknya batik Jokowi dan Xi Jinping. Menurut JK, itu sama sekali tidak disengaja dan tidak serta merta dimaknai dari sisi ekonomi politik.

"Itu baju batik dipilih-pilih masing-masing. mereka memilih secara bersamaan, dikasih warna gitu. Bukan soal baju, tapi hubungan kita dengan China, Jepang, Korea, termasuk baik," ujar Jusuf Kalla di JCC, Kamis (23/4).

Termasuk saat disinggung soal kaitan antara jalan sutera laut gagasan China dan tol laut ala Jokowi, wapres juga melihat hal itu sebagai kebijakan yang sama-sama untuk memperkuat sektor maritim.

"Ya dengan siapa saja karena apabila secara bersamaan China ingin meningkatkan jalur suteranya dengan misalnya Jepang, yang juga negara kepulauan, ya sama saja sebenarnya," katanya.

Di ajang peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), pertemuan bilateral antar pemimpin negara rajin digelar. Termasuk Indonesia yang menggelar pertemuan bilateral dengan beberapa negara baik di kawasan Asia maupun Afrika, semisal Iran, Thailand, China, Afrika Selatan, hingga Korea Selatan.

Semisal peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan. Negeri asal K-Pop itu diakui cukup besar investasinya di Indonesia. Korea Selatan menjanjikan menerima tenaga kerja muda asal Indonesia untuk bekerja di perusahaan yang bergerak di sektor teknologi.

Wapres JK mengapresiasi dan menganggap gelaran KAA cukup sukses dan mencapai tujuan. Salah satu indikatornya terlihat dari keterlibatan aktif pemimpin negara.

"Kalau kita lihat daripada kedatangan tingkat tinggi official seperti presiden, raja, perdana menteri, itu cukup tinggi. Paling sedikit menteri luar negeri yang hadir dan itu juga diakui luar biasa. kita sangat puas," kata JK. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP