Bank Indonesia sebut Rupiah mulai masuk tren penguatan, ini faktor pendorongnya

BI memastikan Rupiah akan stabil dalam beberapa waktu ke depan. Bank sentral melihat perkembangan nilai tukar Rupiah dalam beberapa waktu ke depan stabil bahkan ada kecenderungan apresiasi atau menguat terhadap Dolar AS. Investor global sudah melihat bahwa kondisi perang dagang akan berdampak buruk pada ekonomi AS.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Bank Indonesia sebut Rupiah mulai masuk tren penguatan, ini faktor pendorongnya
Rapat kerja bahas RUU APBN 2019. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar Rupiah akan stabil dalam beberapa waktu ke depan. Bank sentral melihat perkembangan nilai tukar Rupiah dalam beberapa waktu ke depan stabil bahkan ada kecenderungan apresiasi atau menguat terhadap Dolar AS.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan kondisi tersebut didorong oleh beberapa faktor yang berhasil mendukung penguatan Rupiah. "Stabilnya nilai tukar itu pertama, bahwa risiko di pasar keuangan global itu mereda baik yang terkait ketegangan perang dagang antara Amerika dan China maupun pasar keuangan," kata Perry di kompleks gedung BI, Jakarta, Jumat (22/9).

Dia mengungkapkan, saat ini investor global sudah melihat bahwa kondisi perang dagang akan berdampak buruk pada ekonomi AS. Oleh sebab itu, mereka mulai menarik investasi mereka dari negeri Paman Sam dan mulai menanamkannya kembali ke negara-negara berkembang. "Perang dagang ini tak baik untuk ekonomi AS sehingga mereka lihat mulai menginvestasikan ke berbagai negara emerging market," ujarnya.

Indonesia menjadi salah satu negara yang kembali mendapat suntikan investasi. "Arus modal asing masuk ke Indonesia sebelum krisis Turki sudah masuk."

Faktor kedua, lanjutnya, adalah kepercayaan investor dalam negeri maupun global juga sudah kembali seiring kebijakan-kebijakan yang sudah diambil BI selaku otoritas moneter. "Confident investor domestik maupun global terhadap langkah kebijakan BI cukup kuat kalau ke investor besar Singapura, London, New York mereka confident ke ekonomi itu kuat, kebijakan moneter preemtive pendalaman pasar valas yang dilakukan, langkah konkrit pemerintah untuk turunkan CAD ini kredibel."

Dia menjelaskan, Indonesia dipandang memiliki prospek yang baik dan dibedakan dengan sejumlah negara emerging market. Perry pun memberi apresiasi pada pemerintah. "Dalam kesempatan ini terima kasih ke pemerintah."

Rekomendasi