Banjarmasin Genjot Iklim Investasi 2026: Perkuat Budaya Melayani ASN untuk Layanan Prima

Pemerintah Kota Banjarmasin bertekad meningkatkan Iklim Investasi Banjarmasin pada 2026. Upaya ini difokuskan pada penguatan budaya melayani Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan layanan publik yang prima dan menarik investor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjarmasin Genjot Iklim Investasi 2026: Perkuat Budaya Melayani ASN untuk Layanan Prima
Pemerintah Kota Banjarmasin serius perkuat budaya melayani di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) guna dorong iklim investasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan pertumbuhan ekonomi Banjarmasin. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif memperkuat budaya melayani di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong peningkatan iklim investasi daerah secara signifikan pada tahun 2026. Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para investor.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas ASN dalam memberikan pelayanan publik. Pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat menjadi kunci utama. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik kuat bagi calon investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ananda juga memberikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin. Apresiasi ini diberikan atas pelaksanaan kegiatan Capacity Building bagi pegawainya, yang dinilai sangat relevan untuk mendukung upaya peningkatan iklim investasi di kota ini.

Pentingnya Kualitas Pelayanan Publik dalam Iklim Investasi Banjarmasin

Investasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang menguntungkan atau insentif fiskal yang menarik. Lebih dari itu, sikap dan kualitas pelayanan aparatur pemerintah juga memegang peranan krusial dalam membentuk Iklim Investasi Banjarmasin. Wakil Wali Kota Ananda menekankan bahwa gedung yang megah dan sistem digital yang canggih tidak akan berarti jika pelayanan masih lambat.

Pelayanan yang kurang empatik serta minim integritas dapat menghambat minat investor. Oleh karena itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) ASN, khususnya yang bertugas di pelayanan publik, menjadi prioritas utama. Ananda secara lugas menyatakan, “Budaya melayani dengan baik ini harus kita perkuat dengan terus meningkatkan SDM ASN kita khususnya yang bertugas di pelayanan publik.”

Peningkatan kompetensi teknis harus dibarengi dengan penguatan integritas, etika, dan empati. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap interaksi dengan masyarakat dan investor mencerminkan profesionalisme pemerintah daerah. Dengan demikian, kepercayaan investor terhadap Iklim Investasi Banjarmasin dapat terus tumbuh.

DPMPTSP sebagai Garda Terdepan Pelayanan Investasi

DPMPTSP Kota Banjarmasin diakui sebagai wajah pertama pemerintah daerah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan investor. Di lembaga inilah kecepatan, kejelasan, etika, dan kejujuran pelayanan diuji setiap hari. Ananda menjelaskan, “DPMPTSP adalah wajah pertama pemerintah daerah yang dilihat masyarakat dan investor. Di sinilah kecepatan, kejelasan, etika dan kejujuran diuji setiap hari.”

Tantangan pelayanan publik semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan masyarakat dan pengawasan yang makin ketat. Selain itu, toleransi terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan penyimpangan semakin rendah. Kondisi ini menuntut ASN untuk senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan. Keandalan DPMPTSP sangat vital untuk menjaga citra positif Iklim Investasi Banjarmasin.

Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus mendukung DPMPTSP dalam menjalankan perannya. Dukungan ini termasuk penyediaan pelatihan dan fasilitas yang memadai. Tujuannya adalah agar DPMPTSP dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi contoh bagi unit pelayanan lainnya.

Transformasi Pola Pikir ASN untuk Kepercayaan Investor

Wakil Wali Kota Ananda meminta seluruh ASN untuk membangun perubahan pola pikir yang mendasar. Perubahan ini meliputi transisi dari budaya dilayani menjadi budaya melayani, serta dari bekerja karena rutinitas menjadi bekerja karena tanggung jawab. Selain itu, ASN diharapkan dapat beralih dari sekadar memproses izin menjadi menciptakan kepercayaan di mata publik dan investor.

Pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi ASN DPMPTSP juga menjadi harapan besar. Uji sertifikasi ini diharapkan menjadi bentuk pengakuan terhadap standar pelayanan yang profesional, terukur, dan jelas. Kinerja ASN DPMPTSP akan berdampak langsung pada citra Pemerintah Kota Banjarmasin dan Iklim Investasi Banjarmasin di masa depan.

Dengan adanya transformasi ini, diharapkan setiap ASN dapat menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat fondasi Iklim Investasi Banjarmasin yang berkelanjutan.

Target Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kota

Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp1,98 triliun pada tahun 2025. Target ambisius ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan. Sektor-sektor yang menjadi fokus utama adalah perdagangan, jasa, dan pariwisata, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Pencapaian target investasi ini akan sangat bergantung pada keberhasilan penguatan budaya melayani ASN. Citra positif pemerintah daerah yang tercermin dari pelayanan prima akan menarik lebih banyak investor. Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas pelayanan ini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan ekonomi Banjarmasin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi