Bangun industri film animasi, Badan Ekonomi Kreatif gandeng asosiasi
Merdeka.com - Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Josep Pesik mengatakan pertumbuhan industri film animasi masih rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi film animasi terhadap pertumbuhan industri ekonomi kreatif hanya berkisar lima persen pada tahun lalu.
"Ada 16 subsektor dalam industi ekonomi kreatif. Jadi film animasi dan video animasi merupakan sepertiganya. Soal kontribusi sektor animasi menurut data BPS terbaru masih kecil," kata Ricky di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Rabu (17/2).
Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh ekosistem yang belum terbentuk. Seperti infrastruktur, sumber daya manusia, dan pasar animasi.
"Untuk pengembangan animasi, Bekraf segera ingin duduk dengan Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia," katanya.
"Karena sektor animasi ini sektor bisnis konten yang berbasis teknologi informasi. Kami bisa mencoba memperbaiki itu."
Dia juga menilai pembukaan sepenuhnya industri perfilman untuk investor asing akan menguntungkan sektor animasi. Sebab, jumlah tayang berpotensi meningkat dengan konten yang beragam.
"Ke depan, peluang ini jadi industri dan melahirkan produser film animasi besar. Bukan hanya ingin mengembangkan potensi tapi kita ingin industri ekonomi kreatif bisa berbasis teknologi informasi," pungkasnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya