Badai Corona Menggila, Uber PHK 3.700 Karyawan
Merdeka.com - Uber Technologies inc memberhentikan atau PHK 3.700 karyawan penuh waktu atau setara 14 persen dari keseluruhan karyawan yang ada. Langkah ini di ambil setelah cash flow perusahaan semakin menipis, seiring meluasnya pandemi virus corona.
CEO Uber Technologies inc, Dara Khosrowshahi mengatakan, perusahaan akan memberikan gaji pokoknya untuk sisa tahun yang berakhir 31 Desember 2020.
"Hari-hari seperti ini brutal. Saya sangat menyesal bahwa kami melakukan hal ini, seperti yang saya tahu bahwa kami harus melakukannya," kata Khosrowshahi seperti di lansir CNN.com.
Khosrowshahi kemudian menjelaskan tidak menutup kemungkinan akan kembali dilakukannya pemangkasan jumlah karyawan atau kebijakan lainnya untuk menjaga kelangsungan bisnis di masa mendatang. Hal ini berkaca pada kondisi keuangan perusahaan yang kian memburuk setelah terpukulnya bisnis perusahaan.
"Kami melihat banyak skenario dari setiap pembiayaan, termasuk kemungkinan efisiensi karyawan," jelasnya.
Tindakan Rasional
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSementara itu, analis Wedbush, Daniel Ives, menyebutkan PHK sebagai langkah yang diperlukan bagi perusahaan. Kendati merugikan karyawan, namun Uber memprioritaskan kelangsungan bisnis tetap terjaga.
Sebab, di saat situasi sulit akibat pandemi corona perusahaan harus mengambil tindakan rasional terkait pembiayaan operasional. Kendati peluang untuk mendapatkan untung semakin berkurang.
Perusahaan penyedia jasa transportasi asal San Francisco tersebut sebelumnya hanya akan memangkas 1.000 orang karyawannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban perusahaan, setelah berkurangnya permintaan konsumen seiring pembatasan mobilitas untuk keluar rumah selama pandemi berlangsung.
Meski begitu, pandemi corona membuat layanan antar makanan Uber menjadi meningkat. Sehingga mendorong para pemudi layanan angkutan orang beralih ke layanan logistik dan makanan.
Bisnis angkutan Uber pendapatan bersihnya mengalami penurunan drastis dari kuartal empat tahun 2019 atau terkoreksi 81 persen. Bahkan, perusahaan tersebut mengalami kerugian besar yang berimbas pada terjadinya PHK.
Lyft dan Uber dijadwalkan untuk melaporkan hasil pendapatan minggu ini. Namun, saham Uber turun hampir 4 persen pada awal perdagangan Rabu (6/5).
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya