Australia meradang daging sapi impor masih ditahan Bea Cukai
Merdeka.com - Sejak tiga bulan terakhir, 118 kontainer daging sapi beku impor asal Australia masih ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai tidak mengizinkan 2.800 ton daging itu masuk ke wilayah Indonesia karena melanggar izin. Para pengusaha Australia dikabarkan meradang akibat hal tersebut.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh memastikan penahanan itu bukan terkait aspek kesehatan atau politis."Daging sapi lebih dari 100 kontainer tersebut ditahan Bea Cukai dan Karantina karena tidak ada surat persetujuan impornya, bukan kita menolak daging dari Australia," ujar Deddy saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/11) malam.
PT KSU, importir daging sapi tersebut, di duga memalsukan surat persetujuan impor (SPI) dari Kemendag. Indikasi ini muncul lantaran perusahaan itu mengimpor lagi walau batas kuota tahunannya sebanyak 500 ton sudah terpenuhi pada semester satu tahun ini.
Deddy membenarkan itulah salah satu alasan lain yang cukup kuat bagi pihaknya dan Bea Cukai menahan ribuan ton daging ini. "(PT KSU) mengimpor daging tanpa menggunakan izin yang sah" ungkapnya.
Selain Australia, sebagian kecil kontainer itu datang dari Amerika Serikat dan Selandia Baru. Total nilai impor ini diperkirakan mencapai USD 10 juta atau setara Rp 96,2 miliar.
Pihak, Australia yang paling meradang dengan tindakan pemerintah. Salah eksportir daging yang barangnya tertahan adalah Allegro Exports dari Negara Bagian Australia Barat.
Geoff Bull mewakili perusahaan itu menyatakan alasan penahanan karena pemalsuan izin SPI sangat mengada-ada. Pihaknya telah menghubungi Kementerian Perdagangan Australia untuk menghubungi pemerintah Indonesia agar segera memperjelas nasib ribuan ton daging itu nantinya.
"Importir kami di Indonesia memiliki surat izin yang ditandatangani Menteri Perdagangan (Gita Wirjawan-red), tidak jelas kenapa bea cukai bersikeras menahannya, kami harap kedua kementerian bisa segera menyelesaikan persoalan ini," ungkap Geoff.
Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig mengaku mengaku telah mendengar kasus ini. Dia juga telah memerintahkan kedutaan Australia di Jakarta untuk segera menghubungi Kemendag buat meneliti apa masalah utama 118 kontainer daging itu.
"Saya tidak ingin tergesa-gesa. Meski kecewa mendengar daging dari negara kami tertahan, tapi saya memilih menunggu penjelasan terkait dari pihak Indonesia," katanya seperti dilansir ABC. (1/10). (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya