ASDP Terapkan Skema Baru untuk Cegah Antrean Panjang di Pelabuhan Bakauheni

Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa penerapan skema ini sangat penting untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
ASDP Terapkan Skema Baru untuk Cegah Antrean Panjang di Pelabuhan Bakauheni
Berdasar data Posko Angkutan Lebaran 2025 per H-4 atau 27 Maret 2025 pukul 23.59 WIB, sebanyak 109.764 unit kendaraan, baik roda dua, empat atau lebih telah menyeberang dari Pelabuhan Merak, (© 2026 Liputan6.com)

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mengatasi antrean kendaraan selama arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di lintasan utama Bakauheni-Merak.

Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa penerapan skema ini sangat penting untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan.

"Kita akan berlakukan TBB. Skema TBB ini adalah tiba bongkar berangkat, yang kemudian ketika kapal bermuatan berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, maka nanti di Merak hanya melakukan bongkar lalu kembali lagi ke Bakauheni untuk mengangkut para penumpang," kata dia, dikutip dari Antara, Rabu (25/3).

Menurut Heru, salah satu faktor kunci untuk kelancaran operasional penyeberangan selama arus balik Lebaran 2026 adalah penerapan skema TBB. Penerapan TBB di Pelabuhan Merak pada arus mudik sebelumnya telah terbukti meningkatkan efisiensi rotasi kapal dan mengurangi penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Dia juga menyebutkan bahwa puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah terjadi pada H+2 atau Selasa (24/3). Hingga saat ini, pemudik di Pelabuhan Bakauheni masih terus berdatangan, memadati area parkir dermaga serta ruang tunggu penumpang.

"Puncak arus balik terjadi hari ini 24 Maret 2026 untuk gelombang pertama, kemudian diprediksi akan terjadi lagi pada 28-29 Maret 2026," ujarnya.

Penting untuk diketahui bahwa lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa ini merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional.

Rekomendasi