Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk atau yang lebih dikenal dengan Bank Saudara, memutuskan menerima perubahan komposisi pemegang saham.
Perubahan komposisi pemegang saham tersebut rencananya akan dilakukan melalui pelepasan sebesar 33 persen saham Bank Saudara ke PT Bank Woori Indonesia dan induk usahanya yaitu Woori Bank yang merupakan bank asal Korea Selatan.
Saham yang akan dilepas merupakan milik Arifin Panigoro yang saat ini tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 52,92 persen, dan saham milik PT Medco Intidinamika yang saat ini memiliki 11,03 persen saham.
"Bank Saudara akan bermitra strategis dengan Bank Woori Korea dan Bank Woori Indonesia. Saat ini, rencana akuisisi saham Bank Saudara tersebut menunggu persetujuan dari Bank Indonesia," ujar Direktur Utama Bank Saudara Madyantoro Purbo dalam berita tertulis yang diterima merdeka.com, Selasa (2/4).
Saat ini, komposisi saham Bank Saudara adalah sebesar 52,92 persen milik Arifin Panigoro, 11,03 persen milik PT Medco Intidinamika, 3,24 persen milik PT Medco Duta, dan 32,81 persen milik masyarakat.
Jika rencana akuisisi tersebut berjalan mulus, maka komposisi pemegang saham akan berubah menjadi sebesar 27,27 persen dimiliki oleh Arifin Panigoro, 3,68 persen dimiliki PT Medco Intidinamika, 3,24 persen dimiliki PT Medco Duta, 27 persen dimiliki Bank Woori Korea, 6 persen dimiliki Bank Woori Indonesia, dan 32,81 persen dimiliki oleh masyarakat.