Anggota DPR Dukung Sedekah Laut Kendal Jadi Agenda Nasional, Dorong Ekonomi Lokal

Tradisi Sedekah Laut di Gempolsewu, Kendal, mendapat dukungan Anggota DPR RI untuk ditingkatkan menjadi agenda nasional, berpotensi besar menggerakkan pariwisata dan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Anggota DPR Dukung Sedekah Laut Kendal Jadi Agenda Nasional, Dorong Ekonomi Lokal
Anggota DPR RI mendesak pemerintah segera menemukan solusi konkret atas beban utang Kereta Cepat Whoosh yang berpotensi membahayakan operasional PT KAI dan BUMN lain. (Merdeka.com)

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menyatakan dukungannya agar tradisi tahunan Sedekah Laut atau Nyadran di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dapat menjadi agenda nasional. Pernyataan ini disampaikan Firnando saat menghadiri langsung kegiatan tersebut pada Jumat (26/6) lalu. Tradisi ini tidak hanya sekadar ritual adat, melainkan juga sebuah perayaan kebersamaan dan wujud syukur masyarakat nelayan atas rezeki dari Allah SWT.

Lebih dari itu, Sedekah Laut Gempolsewu dilihat memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati acara ini setiap tahunnya, menunjukkan daya tarik yang kuat. Oleh karena itu, peningkatan status menjadi agenda nasional diharapkan mampu membawa dampak positif yang lebih luas bagi Kendal.

Firnando Ganinduto menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan tradisi Sedekah Laut Gempolsewu agar dapat "naik kelas" menjadi acara budaya berskala nasional. Koordinasi dengan pemerintah desa akan segera dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi mencapai tujuan tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sedekah Laut sebagai ikon wisata unggulan Kabupaten Kendal.

Potensi Besar Tradisi Sedekah Laut untuk Ekonomi dan Pariwisata

Tradisi Sedekah Laut di Kendal bukan hanya sebuah ritual, melainkan juga sebuah festival budaya yang kaya akan nilai dan potensi. Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, melihat acara ini sebagai momentum penting untuk mempererat kebersamaan masyarakat pesisir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pendorong signifikan bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Firnando mengungkapkan bahwa acara ini sangat meriah dan luar biasa, sehingga sudah saatnya ditingkatkan menjadi event nasional. Ia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh agar Sedekah Laut Gempolsewu dapat mencapai status tersebut. "Insyaallah dukungan akan terus kami berikan. Acara ini sangat meriah dan luar biasa sehingga menurut saya sudah waktunya ditingkatkan menjadi event nasional," kata Firnando.

Kepala Desa Gempolsewu, Charmadi, menambahkan bahwa tradisi Sedekah Laut selalu berhasil menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. "Masyarakat sangat antusias. Banyak pengunjung yang sengaja datang jauh-jauh dari Temanggung, Wonosobo hingga daerah-daerah sekitarnya," ucap Charmadi. Hal ini membuktikan daya tarik kuat Sedekah Laut sebagai destinasi wisata budaya.

Pemerintah Desa Gempolsewu berharap melalui penyelenggaraan festival ini, Sedekah Laut dapat menjadi agenda budaya nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai ikon wisata unggulan Kabupaten Kendal. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, juga berupaya agar Sedekah Laut Gempolsewu dapat masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) Kemenekraf, mengingat dampak positifnya bagi pariwisata dan ekonomi lokal.

Rangkaian Acara Meriah dan Dampak Positif bagi Masyarakat

Rangkaian kegiatan dalam tradisi Sedekah Laut Gempolsewu tidak hanya terbatas pada prosesi larung sesaji yang sakral. Charmadi menjelaskan bahwa acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini menciptakan pengalaman yang beragam bagi para pengunjung dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

Beberapa kegiatan menarik yang diselenggarakan meliputi lomba dayung perahu, kirab budaya pesisir yang menampilkan kekayaan adat lokal, serta pentas seni tradisional. Pentas seni ini menampilkan pertunjukan wayang kulit, ketoprak, dan barongan yang menjadi daya tarik tersendiri. Keberagaman acara ini menambah nilai jual Sedekah Laut sebagai festival budaya.

Selain aspek budaya, festival ini juga menjadi ajang bagi bazar UMKM lokal untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka. Kehadiran ribuan pengunjung menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Ini menunjukkan bagaimana tradisi Sedekah Laut berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

"Lewat momentum ini, kami ingin mengekspos Desa Gempolsewu yang kaya akan potensi alam maupun kualitas sumber daya manusianya. Kami berharap ke depan Sedekah Laut ini resmi menjadi event nasional karena bagaimanapun ini adalah wajah dan ikon kebanggaan desa kami," ucap Charmadi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPR RI, menjadi kunci untuk mewujudkan harapan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi