Airlangga ingin di Indonesia dibangun pusat vokasi seperti milik Siemens

Di pabrik Siemens, pengerjaan sudah menggunakan mesin-mesin digital. Tetapi tentunya masih dikendalikan oleh manusia.

Rohimat Nurbaya
Oleh Rohimat Nurbaya - Reporter
Airlangga ingin di Indonesia dibangun pusat vokasi seperti milik Siemens
Menperin Airlangga Hartarto berkunjung ke pabrik turbin Siemens. ©2018 Merdeka.com

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan dinas ke Ceko dan Jerman. Banyak agenda penting di sana, salah satunya mengunjungi pabrik turbin Siemens di Jerman, Jumat (5/5) waktu setempat.

Airlangga mengaku ingin melihat secara langsung penerapan industri 4.0 yang begitu efektif dan efisien di Jerman. Di pabrik Siemens, pengerjaan sudah menggunakan mesin-mesin digital. Tetapi tentunya masih dikendalikan oleh manusia.

"Kalau kami lihat, material seberat puluhan ton, dapat dikerjakan hanya dengan satu jari saja," kata Airlangga saat berkunjung ke industri besar dunia yang berbasis di Berlin dan Munchen tersebut.

Airlangga berharap, Indonesia bisa bekerjasama dengan Siemens. Dia ingin raksasa teknologi yang sempat terkenal dengan produk ponselnya itu bisa menjadi mentor bagi penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia. "Saya harap apa yang dilakukan Siemens ini bisa diimplementasikan juga di Indonesia," ucap dia.

Pada kunjungan tersebut, Airlangga sempat melihat-lihat pusat pendidikan vokasi milik Siemens. Peralatannya sangat lengkap. Sehingga, kata dia, bila ada anak bangsa yang belajar melalui Siemens bisa menyerap banyak ilmu untuk diterapkan di dalam negeri.

Menperin Airlangga Hartarto di pusat pendidikan vokasi Siemens ©2018 Merdeka.com

Di pusat vokasi Siemens itu, Airlangga mendapat penjelasan mengenai berbagai pengoperasian mesin robot. Mesin-mesin tersebut berfungsi untuk meringankan kerja manusia, juga untuk meminimalisir risiko kecelakaan saat bekerja. "Jadi kami garisbawahi, di balik mesin-mesin itu ada operator kan, jadi tidak menghilangkan tenaga kerja," ucapnya.

Berkaca pada pusat vokasi tersebut, Airlangga ingin agar di Indonesia juga bisa dibuat sebuah innovation center terbesar. Kata Airlangga, saat ini ada enam pelajar magang di pusat vokasi Siemens itu. "Saya harap jumlah apprentice (pelajar magang) dari Indonesia di pusat vokasi Siemens ini bertambah terus," ucap dia.

Rekomendasi