AirAsia Bantah Anggapan Iklim Usaha Penerbangan RI Tak Menarik

Senin, 24 Juni 2019 18:18 Reporter : Wilfridus Setu Embu
AirAsia Bantah Anggapan Iklim Usaha Penerbangan RI Tak Menarik RUPS Air Asia. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan membantah pernyataan yang menyebut bahwa iklim bisnis angkutan udara di Indonesia tidak menarik bagi maskapai asing. Dia menegaskan, Indonesia sangat potensial untuk bisnis penerbangan.

Menurutnya, sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia merupakan pasar yang menarik untuk dikembangkan.

"Kalau untuk bisnis penerbangan untuk Indonesia ini sangat potensial. Kita kan negara kepulauan. Penduduknya nomor 4 terbanyak di dunia," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Senin (24/6).

"Market yang luar biasa sangat menarik di sektor penerbangan. Transportasi udara itu sangat krusial buat negara kepulauan seperti kita," lanjut dia.

Dukungan dari pemerintah pun terus meningkat. Sejak mulai berkiprah di langit Indonesia pada tahun 2004 silam, dukungan dan kerja sama yang baik pemerintah sungguh terjadi. Hal tersebut tampak dari perbaikan peringkat ICAO Indonesia.

"(Dukungan pemerintah) Terus meningkat terus membaik, kita liat tracking kita dari sisi safety di ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) terus membaik. Ya kerja sama yang baik semua stakeholder, bukan hanya pemerintah, Kemenhub, tapi juga airline dengan instansi terkait," jelas dia.

Dia pun meminta masyarakat tak perlu resah terkait adanya wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia. "Soal wacana maskapai asing menurut saya tidak perlu diperdebatkan. Sudah ada Undang-undang nya. Bahwa asing silakan masuk maksimal 49 persen. Itu saja. Sederhana," urai dia.

"Saya rasa statement Pak Presiden kan belum ada wacana mengubah undang-undang kan. Masyarakat saja, atau pengamat saja yang mengartikan bahwa seolah-olah asing langsung masuk 100 persen. Bukan saya sok tahu. Tapi bagi kami pelaku penerbangan lihat undang-undang saja," tandasnya.

Sebelumnya, Pengamat Penerbangan Ziva Narendra mengatakan, maskapai asing belum tentu tertarik dengan rute domestik di tanah air. Kecuali untuk destinasi favorit dan dinilai potensial misalnya tempat wisata seperti Denpasar Bali.

"Kemudian untuk rute lain seperti Medan, Balikpapan, Makassar, apakah menarik buat maskapai asing," kata dia dalam sebuah acara diskusi di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (19/6). [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini