Sebanyak 500 ibu Mekaar di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, baru-baru ini mendapatkan pelatihan penting. Mereka mengikuti program literasi pembiayaan ultra mikro (UMi) yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 15 November, di TCC Aston Hotel Tanjungpinang.
Program ini dirancang khusus untuk segmen usaha mikro di lapisan terbawah perekonomian. Banyak dari mereka belum memiliki akses pembiayaan dari perbankan konvensional. PNM berkomitmen penuh untuk mendorong kemandirian ekonomi para perempuan pelaku usaha.
Melalui inisiatif ini, diharapkan para ibu dapat mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. Literasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan dan potensi pertumbuhan bisnis.
Advertisement
Advertisement
Pimpinan Cabang PNM Pekanbaru, Mizan Sa'Roni, menjelaskan bahwa pembiayaan UMi menyasar usaha mikro yang paling rentan. "Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi perempuan, khususnya di wilayah Kepri," ujarnya saat membuka acara. PNM telah melaksanakan 820 kegiatan serupa di seluruh Indonesia.
Selama 25 tahun, PNM telah membina lebih dari 28 ribu nasabah di berbagai daerah. Khusus di Tanjungpinang, pembinaan difokuskan pada 500 nasabah terpilih. Mereka diharapkan dapat menjadi penggerak usaha sekaligus agen pelayanan produk PNM.
Saat ini, sudah ada 1.400 agen aktif dari total 900 ribu nasabah aktif PNM di seluruh Indonesia. Peserta literasi juga memperoleh materi tentang digitalisasi produk dan manfaat asuransi jiwa. Mereka juga diajarkan tentang tabungan emas serta peluang menjadi agen layanan PNM.
Advertisement
Program ini merupakan bagian integral dari tiga pilar utama PNM. Pilar-pilar tersebut meliputi perluasan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan pembentukan karakter wirausaha.
Advertisement
Di wilayah Kepulauan Riau sendiri, jumlah nasabah PNM telah mencapai 68.000 orang. Mereka tersebar di 16 unit kerja yang berbeda. Total penyerapan pembiayaan di Kepri telah mencapai angka Rp260 miliar.
Mizan menambahkan bahwa penyaluran pembiayaan untuk usaha ultra mikro di Kepri menunjukkan pertumbuhan signifikan. "Penyaluran pembiayaan untuk usaha ultra mikro di Kepri tumbuh lima persen per bulan," ungkapnya. Hal ini menunjukkan semangat tinggi para ibu dalam mengembangkan usaha mereka.
PNM berencana menambah dua unit kerja baru di Kepri pada tahun depan. Penambahan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan dan mendukung lebih banyak pelaku usaha. Fokus pendampingan PNM adalah usaha perdagangan kecil.
Advertisement
Contoh usaha yang didampingi antara lain warung kelontong, penjual gorengan, hingga buah-buahan. Pinjaman awal berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per nasabah. Tenor pinjaman yang diberikan cukup fleksibel, yaitu antara enam bulan hingga dua tahun.
Advertisement
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menyampaikan apresiasinya terhadap program UMi PT PNM. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya perempuan yang merintis usaha. Keunggulan utamanya adalah pembiayaan tanpa agunan.
"Masyarakat harus membuat kelompok, minimal tujuh orang, masing-masing dapat pinjaman Rp2 juta dari PNM," jelas Sinar. OJK sangat mendukung program ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Ini sejalan dengan visi Gubernur Ansar Ahmad untuk mewujudkan Kepri Maju, Makmur, dan Merata.
Selain mendapatkan pinjaman modal usaha, masyarakat juga memperoleh literasi intelektual. Mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk menjalankan usahanya. Dengan pelatihan ini, kaum ibu diharapkan semakin terampil dalam berjualan dan meraup penghasilan.
Advertisement
Syarat pengajuan pinjaman UMi di PNM sangat mudah, hanya dengan KTP dan KK. Yang terpenting adalah kemauan untuk berusaha. "Bagi yang belum punya usaha tetap dibiayai PNM, namun sebelum itu mereka dilatih selama tiga hari dan berkomitmen mau menjalankan usaha," pungkas Sinar.
Sumber: AntaraNews